Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 18 Agustus 2026

Dewi Motik 77 Tahun, Sang Pelopor Pengentas Pengusaha Wanita Indonesia Tetap Fokus Asah Talenta Anak Indonesia

Oki Lenore - Senin, 11 Mei 2026 11:55 WIB
604 view
Dewi Motik 77 Tahun, Sang Pelopor Pengentas Pengusaha Wanita Indonesia Tetap Fokus Asah Talenta Anak Indonesia
Foto: Dok Purnama Sitompul
Jiwa Perempuan Indonesia: Dewi Motik Pramono bersama founder Jiwa Perempuan Indonesia Purnama Sitompul (kiri) dan Lily Tjahjandari SS MHum PhD yang Wakil Dekan Bidang Sumber Daya, Ventura, dan Administrasi Umum di Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya UI, Ming

Jakarta(harianSIB.com)

Dewi Motik Pramono, Minggu (10/5) merayakan ulang tahun ke-77 di Jakarta. Pendiri organisasi pengusaha wanita (baca: Iwapi) itu tetap komit pada pengembangan kaumnya tapi tak melupakan perjuangannya memokuskan pada menyukuri perjalanan hidupnya dengan mengasah talenta anak Indonesia.

"Bu Motik memilih perayaan ulang tahun dengan anak-anak berbakat. Anak-anak itu menginspirasi lingkungannya, menginspirasi Indonesia, bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berbuat yang terbaik," ujar Ketua Jiwa Perempuan Indonesia, Purnama Davina Sitompul, Sabtu (9/5).

Di Jiwa Perempuan Indonesia, Dewi Motik Pramono menjabat sebagai pembina. "Bu Motik memberi jiwa dan memerkuat napas Jiwa Perempuan Indonesia untuk komit pada pemberdayaan perempuan. Bu Motik memiliki pengalaman luas dan panjang. Jika boleh disetarakan, apa yang dilakukannya melebihi pengabdian untuk dirinya sendiri," tambah mantan anggota Paskibraka dari SMAN 5 Medan itu.

Di organisasi tersebut, sejumlah perempuan aktif terlibat seperti Melani Suharli dan Halida Hatta. "Oleh Bu Motik, Jiwa Perempuan Indonesia menjadi wadah untuk bersyukur melalu aktivitas positif. Termasuk line dance, menyanyi untuk menambah keceriaan," tambah Purnama Sitompul.

Baca Juga:
Ia mengurai, Dewi Motik memiliki segudang ilmu yang sekarang dicurahkannya pada generasi muda bahkan anak-anak Indonesia. "Kami di Jiwa Perempuan Indonesia memunyai kepedulian pada ibu dan anak, budaya dan ekonomi (baca: UMKM) dan itu dimiliki Bu Motik," tambah founder komunitas yang dianggotai para ibu tersebut.

Dewi Motik memang perempuan lengkap. di buku 75 Inspirasi Dewi Motik Pramono diurai apa yang dilakukan seorang pengusaha yang peduli dengan Tanah Airnya.

Buku tersebut diluncurkan setahun lampau. Saat merayakan HUT ke-75 pada 10 Mei, anak-anaknya Moza Pramita dan Adimaz Prarezeki memberi hadiah spesial peluncuran buku bersamaan peresmian Galeri Dewi Motik Pranomo.

Galeri tersebut memamerkan karya dan koleksi sosok wanita yang semangat memotivasi perempuan Indonesia agar cerdas, mandiri dan memiliki kepekaan sosial.

Sebelum menjadi pengusaha yang ulet hingga merambah ke luar negeri, Dewi Motik terjun ke industri fashion. Prestasinya seiring dengan kecantikannya.Pemenang None Jakarta 1968 itu melestarikan warisan budaya leluhur sekaligus menggeliatkan industri kreatif. Sebagai model, ia berada di peringkat paling atas sebagai peraga dengan meraih gelar Top Model 1974. Ia mengibarkan bendera untuk lini fashionnya, Demono.

Buku disusun seniman dan penulis Reda Gaudiamo tersebut bukan sekadar biografit api interaktif yang merangkum jurnal pribadi seorang Dewi Motik. Buku itu merangkul pembaca untuk menuliskan jurnal mereka sendiri di halaman yang tersedia.

Yang lainnya, ya itu... ada sentuhan pemikiran dan penilaian anaknya tentang kehidupan sang ibu yang menginspirasi. "Sebuah buku yang sarat dengan butir-butir kebijaksanaan praktis dan teruji, bukan sekadar teori, lahir dari seseorang yang telah mengalami perjalanan panjang," tulis Dee Lestari.

Penilaian penulis dan pencipta lagu sejalan dengan apa yang dirasakan kaum ibu khususnya yang bergabung dalam Jiwa Perempuan Indonesia.(*)

Editor
: Robert Banjarnahor
SHARE:
Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru