Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 27 Mei 2026

Minta Maaf, Dirut PLN Ungkap Penyebab Padamnya Listrik di Sejumlah Wilayah

Redaksi - Sabtu, 23 Mei 2026 13:52 WIB
380 view
Minta Maaf, Dirut PLN Ungkap Penyebab Padamnya Listrik di Sejumlah Wilayah
Foto: Dok. PLN
Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo.

Menurutnya, tantangan berikutnya adalah menyalakan kembali pembangkit yang padam akibat efek domino tersebut. Prosesnya dimulai dari menyalakan pembangkit, menyambungkannya ke sistem transmisi melalui gardu induk, hingga melakukan sinkronisasi sistem.

PLN mengakui proses pemulihan tiap jenis pembangkit berbeda. Untuk pembangkit hidro dan gas, proses penyalaan dan sinkronisasi bisa dilakukan lebih cepat, yakni sekitar 5 hingga 15 jam.

Sementara itu, pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batu bara membutuhkan waktu lebih lama karena harus memanaskan air hingga menjadi uap sebelum sistem bisa dijalankan kembali secara bertahap.

Darmawan mengatakan sejak tadi malam PLN mulai menyalakan pembangkit hidro dan gas secara sistematis. Hasilnya, sejumlah wilayah di Sumatera bagian selatan, tengah, hingga utara mulai kembali mendapatkan aliran listrik.

"Sehingga kita melihat sebagian sistem di Sumatera bagian selatan, Sumatera bagian tengah, Sumatera bagian utara, baik Sumatera utara maupun Aceh, mulai dari tadinya padam total, mulai muncul titik-titik di mana listrik sudah mulai menyala," tuturnya.

Meski begitu, pemulihan penuh masih membutuhkan waktu lantaran sebagian PLTU batu bara masih dalam proses persiapan untuk dinyalakan kembali dan disinkronkan dengan sistem kelistrikan Sumatera.(*)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Jangan Tertutup terhadap Pers, PWI Madina Minta Kapolres Ingatkan Kasi Humas
NasDem Deliserdang Tegaskan Loyalitas kepada Surya Paloh
Latih Skill Jurnalistik, KMI Islamiyah Ar-Raudlatul Hasanah Gelar Pelatihan Pers
Rudal dan Drone Rusia Hujani Kyiv, Sejumlah Kota Ukraina Diguncang Ledakan
Istri Lurah Hutananolon Larang dan Rundung Wartawan saat Lakukan Peliputan
Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat dan Bangsa Kuat
komentar
beritaTerbaru