Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 07 Agustus 2026

Malaysia Perketat Pengawasan Penerbangan Pasca Penangkapan Pilot Narkoba

Redaksi - Jumat, 07 Agustus 2026 11:44 WIB
94 view
Malaysia Perketat Pengawasan Penerbangan Pasca Penangkapan Pilot Narkoba
REUTERS/Olivia Harris
Malaysia Airlines

Jakarta(harianSIB.com)

Buntut penangkapan seorang pilot asal Malaysia karena menyelundupkan narkoba di Indonesia, Pemerintah Malaysia akan mengerahkan personel kepolisian untuk memperkuat pengendalian keamanan di bandara.

Juru bicara pemerintah Malaysia, Fahmi Fadzil, menyebut bahwa langkah-langkah perbaikan itu disampaikan oleh Kementerian Dalam Negeri (KDN) dan Kementerian Transportasi (MOT) dalam rapat kabinet hari ini.

"Kabinet telah diberi informasi oleh KDN dan MOT bahwa beberapa perbaikan segera perlu dilaksanakan. Pertama, unit Keamanan Penerbangan (AVSEC) harus diisi oleh personel Kepolisian Kerajaan Malaysia," kata Fahmi dalam konferensi pers, dilansir kantor berita BERNAMA, Rabu (5/8/2026), mengutip detikcom.

"Saat ini, unit tersebut dikelola oleh personel polisi tambahan (auxiliary police)," tambahnya.

Baca Juga:
Selain itu, Fahmi mengatakan Malaysia Aviation Group (MAG) akan diminta untuk meninjau kembali protokol pemeriksaan latar belakang dan penilaian kesehatan bagi pilot dan kopilot menyusul beberapa insiden yang telah terjadi.

Fahmi menyebut Polisi Kerajaan Malaysia (PDRM) dan Badan Pengendalian dan Perlindungan Perbatasan Malaysia (AKPS) juga telah diinstruksikan untuk memeriksa kelemahan atau celah dalam sistem keamanan yang berpotensi dimanfaatkan, sehingga langkah-langkah perbaikan dapat segera diterapkan.

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Seorang Pria Tewas Ditabrak Pesawat di Bandara Moskow
Hanya 3 Bandara Laik Bersih dan Sehat di Indonesia
Lion Air Tabrak Tiang Lampu di Bandara
Penyelundupan Koral Ilegal 60 Kg Digagalkan Petugas Bandara Hasanuddin
Kadishubsu Minta Pengusaha Angkutan Bandara Silangit Patuhi Peraturan
Air Line Keluhkan Ongkos Transportasi In-Out Bandara Silangit Sangat Mahal
komentar
beritaTerbaru