Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 02 Juni 2026

Air Line Keluhkan Ongkos Transportasi In-Out Bandara Silangit Sangat Mahal

* Pemkab Taput Bangun Kantor Imigrasi di Siborongborong
- Senin, 29 Oktober 2018 10:48 WIB
973 view
Parapat (SIB)- Transportasi in-out (masuk-keluar) Bandara Silangit masih menjadi problem besar yang membutuhkan penyelesaian secara cepat. Pasalnya para penumpang sangat kesulitan saat ingin bepergian maupun datang melalui Bandara penopang objek wisata Danau Toba tersebut. 

Hal ini terungkap dalam acara  Forum Grup Discusion (FGD) Collaborative Tourism Development dalam upaya peningkatan jumlah penumpang dan pergerakan pesawat udara yang dilaksanakan Angkasa Pura II, Jumat (27/10) di Inna Hotel Parapat. 

Yudha Nugraha Hasibuan,  Station Manager (SM) Lion Grup di Silangit mengungkapkan ongkos transpor sangat mahal dan belum ada tarif yang jelas.  

"Penumpang pernah mengeluhkan mahalnya ongkos dari Bandara ke Siborongborong yang hanya berjarak 9 Km harus membayar Rp 50.000," sebutnya. 

Harga yang mencekik leher tersebut terjadi karena belum adanya tarif yang jelas. Belum ada yang mengatur tarif in-out Bandara Silangit. Biasanya ada harga per kilometernya sehingga pemilik angkutan penumpang tidak sesuka hati membuat harga. 

Ia juga mengharapkan ada Kantor Imigrasi yang beropersi di Bandara Silangit untuk memudahkan pengurusan administrasi bagi masyarakat yang berkeinginan bepergian ke luar negeri. 

Hingga saat ini Kantor Imigrasi adanya di Sibolga dan Pematangsiantar yang berjarak tiga jam perjalanan dari Silangit. 

PENATAAN
Berkaitan dengan pengelolaan transport, Executive General Menager of Commersial Service Devision Angkasa Pura (AP) II  Dorman Manalu dalam percakapannya dengan SIB di sela-sela FGD mengatakan harus ada pembenahan secara profesional. 

"Para supir yang melayani transport ke Bandara Silangit harus dibekali bagaimana mengemudi yang baik.  Pakaiannya harus rapi dan perlu ada seragam.  Saat mengemudi jangan merokok, " ujarnya. 

Direktur Utama BPODT, Arie Prasetyo mengatakan transportasi ke dan dari Bandara Silangit akan segera ditata agar pengguna Bandara merasa nyaman dan termudahkan. 

Ia mengharapkan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara menetapkan tarif untuk dipedomani semua moda angkutan agar ada keseragaman tarif. Seiring dengan penetapan tarif,  maka Angkasa Pura II sebagai pengelola Bandara melakukan pembenahan agar moda transportasi lebih teratur.

Ia berpendapat bahwa Bandara Silangit masih sebatas  Bandara fungsional belum mengarah ke Bandara wisata, padahal keberadaan Bandara tersebut sangat potensial menjadi Bandara wisata. 

Ia menyarankan berbagai fasilitas perlu dilengkapi di Bandara Silangit semisal adanya travel agen dan jasa wisata lainnya. 

IMIGRASI
Kepala Bappeda Taput Indra Simaremare menjelaskan Pemerintah Kabupaten (Pemkab)  Taput sedang mengerjakan pembangunan Kantor Imigrasi di Siborongborong dari dana APBD tahun 2018. 

Pembangunan dilaksanakan untuk mendukung kebutuhan Bandara Silangit sebagai Bandara Internasional. 

Sedangkan untuk penetapan tarif tranportasi dari dan ke Bandara Silangit, menurutnya, tidak dapat ditetapkan karena bukan kewenangan Pemkab Taput.     
 
"Kabupaten hanya berwenang menetapkan tarif angkutan umum dalam wilayah kabupaten.  Tarif dari dan ke Bandara Silangit sudah menjadi kewenangan Pemprovsu.  Kami sudah melakukan kordinasi.  Mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah ada progresnya, " ujar Indra.  (BR7/c)




SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru