Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 12 September 2026

BMKG Update Gempa Kep Seribu Jadi M 6,5, Terasa hingga Pariaman dan Malang

Redaksi - Sabtu, 12 September 2026 10:22 WIB
99 view
BMKG Update Gempa Kep Seribu Jadi M 6,5, Terasa hingga Pariaman dan Malang
Foto: BMKG
Pusat gempa M6,5 yang mengguncang Kepulauan Seribu, Jakarta, Sabtu (12/9/2026).

Jakarta(harianSIB.com)

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperbarui magnitudo (M) gempa yang terjadi di Kepulauan Seribu. Gempa yang semula dikabarkan berkekuatan M 5,9 diupdate menjadi M 6,5.

Gempa terjadi Sabtu (12/9/2026) pukul 04.23.55 WIB. Kedalaman gempa 368 Km.

"Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M 6,5 pada kedalaman 368 Km," kata Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto dalam keterangannya dikutip detikcom

Titik koordinat gempa berada pada 5,24 Lintang Selatan dan 106,78 Bujur Timur. Gempa berlokasi di laut 69 km Timur Laut Kepulauan Seribu, DKI.

"Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," ujarnya.

Gempa bumi ini dirasakan hingga ke Pariaman, Sumatera Barat sampai Malang, Jawa Timur.

"III MMI Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu. Di Tangerang, Tanjung Priok, Kec. Nagrak, Kec. Kalapanunggal dan Cilacap. II-III MMI getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu. Di Rancaekek, Lembang, Garut, Kota Bandung, Yogyakarta, Pacitan, Ponorogo, Kab. Malang, Kota Bengkulu, Sumur , Padang, Mentawai, Pariaman dan Solok Selatan," imbuhnya.

Gempa itu merupakan gempa dalam yang terjadi karena aktivitas intraslab.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dalam akibat aktivitas intraslab. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan geser turun (oblique normal)," kata Wijayanto.

Gempa bumi intraslab adalah gempa akibat pecahnya batuan dalam slab lempeng yang memiliki karakteristik pancaran groundmotion guncangan yang jauh lebih kuat dari gempa dengan magnitudo yang sama dari sumber lain.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Selain itu, masyarakat diimbau menghindari bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan akibat guncangan gempa.

Hal itu perlu dilakukan untuk mengantisipasi risiko bangunan roboh yang dapat membahayakan keselamatan. (*)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru