Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 22 September 2026

KMDT-DPD RI Dorong Model Green Lake untuk Danau Toba

Victor R Ambarita - Selasa, 22 September 2026 20:39 WIB
167 view
KMDT-DPD RI Dorong Model Green Lake untuk Danau Toba
Foto: harianSIB.com/Victor Ambarita
Dari kiri: St Edison Manurung SH MM (berdiri), Dr Jupiter Sitorus, Empi Muslion dan Juni Prayitno dalam FGD KMDT dan DPD RI bertajuk “Model Green Lake Indonesia” 2026 di Hotel JS Luwansa Kuningan, Jakarta, Selasa (22/9/2026).

Jakarta(harianSIB.com)

Komite Masyarakat Danau Toba (KMDT) bersinergi dengan Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) menggelar Focus Group Discussion (FGD) nasional bertajuk "Model Green Lake Indonesia" 2026 di Hotel JS Luwansa Kuningan, Jakarta, Selasa (22/9/2026).

FGD tersebut membahas tata kelola pariwisata berwawasan lingkungan untuk menjaga kelestarian Danau Toba melalui digitalisasi dan pemberdayaan masyarakat.

Ketua Umum DPP KMDT, St Edison Manurung SH MM, mengatakan kegiatan itu merupakan bagian dari proses berkelanjutan, setelah Executive Briefing Pre-FGD pada 23 Juli 2026 serta peresmian KMDT's Center dan FGD bersama Kementerian Pariwisata pada awal Agustus 2026.

"Model Green Lake merupakan bagian dari konsep Green Democracy, sebuah pendekatan yang dikembangkan untuk membangun keseimbangan antara peningkatan kesejahteraan masyarakat, keberlanjutan lingkungan, partisipasi masyarakat, serta tata kelola sumber daya alam yang baik," kata Edison dalam sambutannya.

Baca Juga:
Ia menyebut Model Green Lake direncanakan dideklarasikan secara resmi pada 9 November 2026, yang akan dipimpin Ketua DPD RI, Sultan Burhanuddin Najamudin.

Kepala Biro Kesekretariatan Pimpinan DPD RI, Empi Muslion AP SSos MT MSc, yang hadir mewakili Ketua DPD RI, mengatakan gagasan Green Democracy telah diformalkan menjadi visi DPD RI.

"Green Demokrasi ini memang adalah visi ya. Ide gagasan dari Pak Ketua kita (DPD RI), Pak Sultan Bahtiar Najamudin, dan ini sudah dilegalkan, sudah diformalkan melalui menjadi visinya DPD RI," tegas Empi.

Menurutnya, makna Green tidak semata merujuk pada warna, melainkan nilai keadilan, kejujuran, akuntabilitas dan integritas. Ia meminta agar inisiatif pelestarian ekologi itu diwujudkan dalam program nyata, bukan sekadar seremoni.

Dewan Pakar DPP KMDT, Dr Ir Jupiter Sitorus Pane MSc, mengatakan pihaknya telah menyiapkan rencana jangka panjang untuk menerapkan Green Lake Model.

"Ini sekaligus menjawab harapan dari Bapak Empi Muslion, bagaimana kelanjutan daripada program ini. Jadi memang kita berencana bukan sebagai show saja, tetapi memang kita punya perencanaan yang cukup panjang untuk menerapkan Green Lake model ini," paparnya.

Jupiter menilai penggunaan teknologi menjadi penting agar kesejahteraan masyarakat dapat diukur melalui instrumen dashboard.

Salah satu inovasi yang dipaparkan dalam FGD itu ialah Dashboard Protades atau Green Lake Indonesia (GLI) SuperApps. Pendiri Program Digitalisasi Buku Letter C Desa/Protades, Juni Prayitno, mengatakan platform tersebut membawa visi "Satu Data Untuk Danau Yang Lebih Baik".

Melalui Command Center, sistem itu dirancang mengonsolidasikan data secara berjenjang dari desa, kabupaten hingga provinsi.

"Data dari desa, kekuatan untuk kawasan, masa depan untuk Indonesia," tegas Juni.

Ia menjelaskan sistem digital itu dirancang memantau empat indeks secara real-time, yakni Indeks Ekologi, Indeks Ekonomi, Indeks Sosial Budaya dan Indeks Tata Kelola.

KMDT berharap sinergi lintas pihak tersebut dapat menjadikan Danau Toba sebagai percontohan ekosistem pariwisata yang hijau, mandiri dan berkeadilan. (**)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Kolaborasi Lintas Kementerian dan KMDT Rumuskan Model Nasional Pariwisata Danau Berkelanjutan
Kolaborasi Jadi Kunci Percepatan Pembangunan Danau Toba
KMDT dan Kemenpar Sepakati Konsep "Green Lake" Danau Toba.
Edison Manurung Kembali Terpilih sebagai Ketua Umum KMDT di Munas I
Munas I KMDT Siap Digelar, Zulkifli Hasan Buka Acara, Luhut Panjaitan dan Bobby Nasution Jadi Pembicara
KMDT Gaungkan Cinta Danau Toba, Ancaman Kartu “Kuning” UNESCO Jadi Cambuk Aksi Nyata
komentar
beritaTerbaru