Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 10 September 2026

Antisipasi Malaria, Atlet Sumut Dibekali Losion Anti Nyamuk Selama PON XX Papua

Redaksi - Senin, 13 September 2021 14:39 WIB
803 view
Antisipasi Malaria, Atlet Sumut Dibekali Losion Anti Nyamuk Selama PON XX Papua
Foto SIB/Christopel Naibaho
Ketua KONI Sumut, John Ismadi Lubis.
Medan (harianSIB.com)

Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Utara mengaku was-was akan wabah malaria selama Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua berlangsung. Adapun PON Papua tahun ini bakal bergulir 2-15 Oktober 2021, setelah sempat tertunda setahun imbas pandemi Covid-19.

Menurut Ketua KONI Sumut, John Ismadi Lubis, tantangan yang dihadapi atlet pada PON Papua ini juga datang dari wabah malaria. Makanya, para atlet dibekali losion anti nyamuk demi mengantisipasi dan mencegah penyakit yang berasal dari gigitan nyamuk tersebut.

"Karena kalau pakai obat-obatan, kami khawatir. Takut mengganggu kesehatan atlet yang akan bertanding. Jadi antisipasi, kami bekali semua atlet pakai losion anti nyamuk. Masing-masing atlet dapat minimal 1 botol. Saya rasa cukup untuk mereka sampai pulang nanti kembali ke Medan," terang John Ismadi Lubis kepada jurnalis Koran SIB, Christopel Naibaho di Medan, Senin (13/9/2021).

Dijelaskan John, kontingen Sumut rencananya bertolak ke Papua pada 23 September 2021. Kontigen Sumut berkekuatan 186 atlet dari berbagai cabang olahraga (cabor). Setibanya di Papua, losion yang diberikan wajib digunakan atlet terutama saat keluar dari penginapan maupun lokasi latihan atau pertandingan.

Diakuinya, PON Papua memang berbeda karena berlangsung di masa pandemi Covid-19. Begitu juga Papua sedang dilanda wabah malaria serta ketakutan akan tingkat keamaan. Makanya, PB PON mengizinkan setiap provinsi membawa pengamanan internal.

"Sebenarnya Papua itu aman, tapi kami perlu rasa aman. Makanya dengan didampingi pengamanan dari Polda masing-masing provinsi, saya rasa akan menimbulkan rasa aman kepada atlet sehingga lepas bertanding. Pengamanan dari PB juga sudah ada. Jadi pasti aman," pungkas John. (*)

Editor
:
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru