Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 27 April 2026

Eks PSMS Tambun Naibaho Laporkan Wasit Geopark Kaldera Toba Cup 2022

Redaksi - Sabtu, 16 April 2022 14:54 WIB
4.883 view
Eks PSMS Tambun Naibaho Laporkan Wasit Geopark Kaldera Toba Cup 2022
Foto Dok/Antap Samosir
PROTES: Tambun Naibaho (kanan) mewakili klub Antap Samosir saat melayangkankan surat protes kinerja wasit Geopark Kaldera Toba Cup 2022 yang diterima perwakilan Asprov PSSI Sumut di Medan, Jumat (15/4/2022). 
Medan (harianSIB.com)

Mantan penyerang PSMS, Tambun Naibaho yang kini giat dengan pembinaan bersama klub Antap Samosir, mengambil sikap tegas untuk menyelamatkan persepakbolaan di daerah. Dia melaporkan kinerja wasit yang dianggapnya kerap melakukan keputusan tidak fair pada gelaran Geopark Kaldera Toba Cup 2022 yang diprakarsai Menteri BUMN, Erick Thohir di Stadion Panji Bako, Kabupaten Dairi.

"Kejadiannya di tanggal 29 Maret 2022 lalu, di mana tim kami Antap Samosir bermain dengan wakil Humbahas, D'Junior. Dalam laga semifinal itu, kami sangat merasakan dan mendapatkan keputusan-keputusan wasit yang tidak sesuai rule of the game, tidak adil," kata Tambun Naibaho, eks pemain profesional yang pernah memperkuat PSMS Medan, PSS Sleman, Persiba Balikpapan, PS TNI hingga Produta FC tersebut sebagaimana dilaporkan Jurnalis Koran SIB, Christopel Naibaho, Sabtu (16/4/2022).

Menurut Tambun, kinerja buruk wasit bisa merusak semangat pembinaan sepakbola. "Kami bukan mempersoalkan hasilnya. Kami siap menang, siap kalah. PSSI saat ini sedang menggelorakan kebangkitan sepakbola kita, ini malah wasit di daerah ikut merusak semangat PSSI. Merusak citra pembinaan, bahkan mental pemain muda kita," ucap pria kelahiran Samosir ini.

Antap Samosir melalui Tambun Naibaho pun sudah melaporkan kejadian ini kepada Asprov PSSI dan Askab PSSI Dairi. Mereka melayangkan surat protes serta bukti-bukti seperti video cuplikan keputusan wasit yang kontrovresial. "Kalau tidak parah, kami tidak mungkin melaporkan ini. Saya juga mantan pemain sepakbola dan tahu bagaimana rasanya jika dicurangi secara langsung seperti ini. Bahkan asisten wasit 2 memukulkan gagang bendera kepada pemain Antap, Erwin Tamba setelah pertandingan berakhir. Wasit di Geopark Kaldera Danau Toba di Dairi ini konyol," sesal Tambun Naibaho.

Dengan melaporkan kepemimpinan wasit ini ke Asprov dan Askab PSSI Dairi, Antap Samosir hanya berharap kebersamaan visi dalam membangun sepakbola di daerah. Supaya menghukum oknum-oknum termasuk wasit yang nakal. "Kami meminta ada respon dari Asprov dan Askab PSSI Dairi, berupa sanksi bagi wasit yang memimpin laga kami agar tidak ditugaskan lagi di event-event resmi PSSI. Karena kita tidak mau semangat pemain muda kita di sepakbola dirusak," harap Tambun.

Sementara itu, Asprov PSSI Sumut sendiri mengaku tidak mendapatkan pemberitahuan adanya turnamen tersebut. Sedangkan Askab PSSI Dairi ketika dikonfirmasi mengaku akan segera merapatkan protes yang dilayangkan Antap Samosir. "Iya, kami segera akan merapatkan ini dengan Exco dan mengambil keputusan," ujar Gokkon Tambunan dari PSSI Dairi. (*)

Editor
: Bantors Sihombing
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru