Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 27 April 2026

Tako Indonesia Peringati Setahun Kepergian Ps Sinta Bertua Pasaribu

Redaksi - Senin, 29 Agustus 2022 12:43 WIB
654 view
Tako Indonesia Peringati Setahun Kepergian Ps Sinta Bertua Pasaribu
Foto: PB Tako Indonesia /Muhammad Yasir Ramli
MOMENTO MORI: St Lando Rajaguguk (tengah) mengingat tentang momento mori didampingi Sekretaris Majelis Perguruan Mardi Nur Chaniago SE, Ketua Bidang Prestasi dan Reminisi Harita Boyke Silalahi, Ketua Pengprov Tako Sumut Godang H
Deliserdang (SIB)
Keluarga besar Perguruan Karate-do Tangan Kosong (Tako) Indonesia memeringati setahun meninggalnya Ibu Gembala Christ of Grace Church Ps Sinta Bertua Pasaribu, Sabtu (26/8). Setahun kematian istri Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar (PB) Tako Ps Sr Ev Rajamin Sirait itu ditandai dengan peresmian patung amarhumah di Nirvana Memorial Park Medan di Pancurbatu - Deliserdang.

St Lando Rajaguguk dalam sambutannya mengatakan, kepergian Ps Sinta Bertua Pasaribu jangan menjadi halangan bagi Ketum Rajamin Sirait untuk membina Tako khususnya melahirkan karateka andal untuk mengharumkan Indonesia.

“Kematian itu adalah cemeti karena kematian dari sudut momento mori adalah kebahagiaan,” ujar Kepala SMKN 6 itu mengutip ucapan filsuf Plato 2500 tahun lalu.

Didampingi sejumlah karateka dan pengurus perguruan serta fungsionaris PB Tako Indonesia Sekretaris Majelis Perguruan Mardi Nur Chaniago SE, Ketua Bidang Prestasi dan Reminisi Harita Boyke Silalahi, Ketua Pengprov Tako Sumut Godang Hutasoit, santri dan karateka Muhammad Yasir Ramli dari YP Al-Washliyah dan pengacara kondang Frien Jones Iven, St Lando Rajaguguk mengutip Roma 14 mengenai hidup dan kematian.

Puluhan pendeta pun memberi penghiburan. Seperti diutarakan Pdt Yusuf Hutajulu yang hadir bersama Pdt Rosina Sitohang dan ketua-ketua sinode gereja.

Yang menyesak di dada tatkala Raja Pangihutan Sirait SE memberi ucapan berbelasung kawa. Saat adik iparnya wafat, ia terpapar Covid-19 hingga tak mungkin datang. “Aku gak percaya. Setelah pikiranku tenang, kutelepon lagi Rajamin Sirait dan memastikan apakah yang disampaikannya tentang kematian, benar?” ujarnya.

Sambil menyusut air mata, Raja Sirait menangisi adiknya, anak-anak yang masih kecil sepeninggal Ps Sinta Pasaribu.

“Ternyata adikku, Ps Rajamin Sirait memang kuat dan kuharap terus kuat dalam mendidik serta membimbing buah hatinya yang masih kecil,” tutupnya. (R10/a)

Sumber
: Koran SIB
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru
Gempa Magnitudo 6,2 Guncang Jepang

Gempa Magnitudo 6,2 Guncang Jepang

Tokyo(harianSIB.com)Gempa bumi kuat mengguncang pulau Hokkaido di Jepang utara, Senin (27/4/2026) pagi. Ini menjadi gempa terbaru dalam sera