Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 27 April 2026

Uskup Agung Medan Juara Main Lato-Lato, Ps Yosep Yuki Hartandi Runner-up

Redaksi - Senin, 16 Januari 2023 12:43 WIB
1.808 view
Uskup Agung Medan Juara Main Lato-Lato, Ps Yosep Yuki Hartandi Runner-up
Foto: Panitia YPK Don Vosco
MAIN LATTO-LATTO: Uskup KAM Mgr Kornelius Sipayung OFMCap (kiri) menjadi pemenang lomba main latto-latto yang dadakan dilakukan di jeda Perayaan Syukuran Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 keluarga besar YPK Don Bosco KAM di Gedung Serba Gun
Deliserdang (SIB)
Uskup Keuskupan Agung Medan (KAM) Mgr Kornelius Sipayung OFMCap menjadi pemenang lomba main latto-latto yang dadakan dilakukan di jeda Perayaan Syukuran Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 keluarga besar Yayasan Pendidikan Katolik (YPK) Don Bosco Keuskupan Agung Medan (KAM) di Gedung Serba Guna Pemprov su, Deliserdang, Sabtu (14/1). Runner-upnya Ps Yosep Yuki Hartandi yang sehari-hari menjabat Ketua YPK Don Bosco.

Perlombaan yang ingar-bingar karena disaksikan ribuan peserta kegiatan yang memenuhi ruang tersebut. Lomba bermula dari harapan Uskup Agung Medan yang ingin siswa memiliki jiwa positif, pemikiran cemerlang dan sportivitas tinggi.

Ia mengyinggung permainan yang sedang viral. Kemudian, pimpinan tertinggi umat Katolik di Sumut - Aceh itu menunjuk pada permainan latto-latto dan spontan mengadakan lomba. Dijurii para pastor serta sejumlah tokoh, seperti Johannes Sembiring dan mantan anggota DPD RI Parlindungan Purba, MC Sanny Samosir meminta siswa terbaik dari ragam institusi pendidikan untuk naik ke podium yang main latto-latto. “Tapi harus yang terbaik, ya,” ujar juri di sejumlah festival paduan suara dan ajang pencarian bakat yang pendamping Muda Ginting tersebut. Selain berkomentar, ia menyelingi pertandingan dengan bernyanyi.

Perlombaan berdasarkan kecakapan memainkan olahraga tradisional yang belakangan viral. Serta hitungan kecepatan serta bunyi. “Kalau begitu, saya yang menang,” ujar Mgr Kornelius Sipayung OFMCap.

Selain lomba yang membuat riuh canda, Ketua Yayasan Pendidikan Katolik (YPK) Don Bosco KAM mengadakan kuis dadakan yang memanggil sejumlah guru yang ingin mendapat hadiah. Setelah berkidung dalam suasana Natal dan Tahun Baru, romo familiar itu mengajukan pertanyaan tentang motto YPK Don Bosco Medan.

Yang ditanya sempet grogi sebab ditepukin massa. Tapi setelah memenangkan diri, ia berujar: “Guru: Oase dan Dian”.

“Benaaar,” teriak Ps Yosep Yuki Hartandi sambil mengurai “Oase adalah kerinduan akan tempat yang sejuk dan menyenangkan. Demikian juga para guru adalah sosok Dian mandala, penerang kaum generasi pemimpin bangsa,” katanya.[br]




Tentang permainan lato-lato yang sedang viral, pendidik dan aktivis Maniur Rumapea yang hadir di perlombaan itu mengatakan permainan tersebut bermanfaat untuk kecerdasan anak. “Seperti permainan tradisional lainnya. Yoyo dan gasing yang mulai ditinggalkan bahkan tidak dikenal anak-anak saat ini. “Lato-lato atau yoyo dan asing itu merangsang motorik, fokus, kerjasama antara otak dan jari," tambahnya sambil mengurikan harus mengurangi kemungkinan hal negatif seperti masalah keselamatan atau risiko kesehatan.

Tentang kebisingan sebab latto-latto yang membenturkan dua bola di udara pastinya menimbulkan kebisingan, dapat diminimalisir.

Dengan musik atau bermain out door. “Seperti tadi, kan tidak terdengar bising sebab ada musik dan riuh,” ujar Maniur Sirumapea didampingi Juper Tarigan, Sperdija Ginting serta Juvent Simbolon dari Sie Humas, Zetro Situmorang, Novita Sihaloho, Hernita Sitompul, Rita Ginting dan Arina Samosir dari Sie Tamu, Sekretaris Panitia Limjan Silalahi, Romwel Samosir, Juvent Simbolon dan Love Weniska.

Ia meyarankan jika terganggu dengan kebisingan, dapat menggunakan earplug. “Ukuran kesehatan, kan ideal di bawah 70dB tapi jika diiringi musik, tidak mengganggu,” tutup mantan fungsioanris organisasi Kosgoro tersebut. (R10/c)




Sumber
: Koran SIB
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru