Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 13 Juli 2026
Gelar Workshop di Pulau Samosir

Pekerja Diakonia Gereja Anggota KN-LWF Indonesia Rumuskan Pelayanan Bagi Umat

- Minggu, 07 Agustus 2016 18:22 WIB
507 view
Pekerja Diakonia Gereja Anggota KN-LWF Indonesia Rumuskan Pelayanan Bagi Umat
SIB/Dok
WORKSHOP : Para pekerja Diakonia gereja KN-LWF Indonesia foto bersama usai workshop di Hotel Toledo Inn Samosir, Jumat (5/8).
Pematangsiantar (SIB)- Pekerja Diakonia dari gereja-gereja anggota KN-LWF (Komite Nasional - Lutheran World Federation Indonesia) yaitu HKBP, HKI, GKPS, GKPI, AMIN, BNKP, GKPPD, GKLI mengikuti Workshop St Gallen Manajement 1 - 4 Agustus 2016 di Toledo Inn, Tuktuk Pulau Samosir.

Koordinator Diakonia KN-LWF Indonesia, Janri P Damanik menjelaskan workshop itu dihadiri Pdt Basa br Hutabarat MMin, Pdt Dr Batara Sihombing, Sekjen HKI, Pdt Rein Justin Gultom MA, Pdt Jenny Ressy Purba MA dan Pdt Ramayanti Simorangkir MA (ke empatnya narasumber). Turut hadir Paulus Sinaga (GKPS), Pdt Adventus Nadapdap STh (HKI), Pdt Miseria Daely (BNKP), Pdt Raden Samosir (GKPI), Pdt Robin Siregar (LPPM GKPI), Pdt M. Pandiangan (GKPPD), Ganda Banuarea (AMIN), Pdt Bhakhti Sitepu GKLI) dan Pdt Sahat Natar Sihombing GKLI.

Dalam workshop tersebut peserta mengakui bahwa globalisasi menjadi peluang bagi gereja dalam melaksanakan misi. Namun, disisi lain kita juga mengalami tantangan global seperti masyarakat petani yang semakin miskin, pedagang kecil yang tergusur, kearifan lokal yang semakin tergerus, masyarakat adat yang semakin lama tersingkirkan dari tanah adatnya, perusakan lingkungan hidup akibat industrialisasi. Tantangan ini oleh peserta dilihat bahwa institusi diakonia mengalami kerapuhan secara internal.

Sudah saatnya lembaga diakonia Gereja Lutheran melepaskan ego sektoral untuk membangun misi bersama mewujudkan Kerajaan Allah di bumi tidak terhegemoni oleh kekuasaan gereja yang cenderung dapat dipengaruhi oleh suatu kepentingan, sehingga pelayanan diakonia kurang dirasakan umat.

Melihat berbagai tantangan ini gereja-gereja anggota KN-LWF Indonesia terpanggil untuk memperjuangkan kesejahteraan seluruh umat, perdamaian, keadilan dan keutuhan ciptaan Tuhan. Diakui sangat membutuhkan manajemen demi kelanjutan lembaga dalam mendaratkan programnya.

Di akhir acara para peserta workshop menetapkan rumusan dan rekomendasi yaitu Pertama diakonia gereja sudah saatnya melakukan pelayanan yang memberdayakan dan memperkuat warga jemaat dan masyarakat sipil dalam memperjuangkan hak-haknya dalam kesejahteraan melalui diakonia, advokasi dan pemberdayaan. Kedua, institusi diakonia gereja-gereja anggota KN-LWF bersama-sama membangun sinergi dalam pelayanan diakonia khususnya merespon isu-isu seperti interfaith, ekonologi dan ekonomi. Serta ketiga, gereja sebagai Missio-Dei (Pembawa missi Allah ke dunia) terpanggil untuk lebih kritis terhadap ketidakadilan disebabkan penyalahgunaan kekuasaan di segala level karena itu mengajak pemerintah untuk  menghadirkan kerajaan Allah di tengah-tengah dunia. (R22/ r)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru