Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 13 Juli 2026

Gelombang Panas Pecahkan Rekor di AS, Suhu Tembus 43 Derajat Celsius

Redaksi - Senin, 13 Juli 2026 13:16 WIB
70 view
Gelombang Panas Pecahkan Rekor di AS, Suhu Tembus 43 Derajat Celsius
Foto: AMID FARAHI/AFP
Seorang pria menyeka keringatnya saat orang-orang menghadapi panas ekstrem di AS Jumat (3/7/2026).

AS(harianSIB.com)

Gelombang panas ekstrem kembali melanda Amerika Serikat (AS) dan memecahkan rekor suhu tertinggi di sejumlah wilayah. Kota Salt Lake City, Utah, serta Billings, Montana, mencatat suhu hingga 43 derajat Celsius pada Minggu (12/7/2026) waktu setempat, menjadi yang tertinggi sejak pencatatan cuaca dilakukan lebih dari 150 tahun lalu.

Berdasarkan data awal Layanan Cuaca Nasional AS yang dikutip dari AFP, Senin (13/7/2026), sebagaimana dilansir Detikcom, suhu di kedua kota tersebut mencapai 109 derajat Fahrenheit atau sekitar 43 derajat Celsius.

Rekor baru itu melampaui catatan sebelumnya, yakni 107 derajat Fahrenheit (41 derajat Celsius) di Salt Lake City dan 108 derajat Fahrenheit (42 derajat Celsius) di Billings.

Gelombang panas yang menyelimuti wilayah tengah Amerika Serikat itu membentang dari dataran utara hingga kawasan Pegunungan Rocky. Kondisi cuaca ekstrem tersebut diperkirakan masih akan berlangsung hingga Selasa (14/7) waktu setempat.

Baca Juga:
Suhu yang sangat tinggi juga memperburuk situasi kebakaran hutan di Colorado dan Utah. Panas ekstrem membuat proses pemadaman menjadi lebih sulit karena kondisi lapangan semakin kering dan berisiko.

Pekan sebelumnya, wilayah timur AS juga dilanda gelombang panas dengan suhu mencapai sekitar 40 derajat Celsius di New York dan Philadelphia.

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Aksi Penembakan Brutal di Dua Kota Amerika Serikat, 4 Tewas
Pertumbuhan Populasi hingga Perubahan Iklim Jadi ‟Kambing Hitam‟ Kebakaran California
Perusahaan Amerika Serikat Suntik Modal PT INKA Rp 440 Miliar
20 Negara Kepulauan Rembuk Bahas Perubahan Iklim di Manado
6 Anak Tewas Akibat Wabah Virus di Amerika Serikat
Gangguan Akibat Game Masuk Daftar Penyakit WHO
komentar
beritaTerbaru