Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 13 Juli 2026

Mengasihi yang Dibenci

* Oleh : Pdt Sunggul Pasaribu MPAK ( Lukas 12:49-56 )
- Minggu, 14 Agustus 2016 18:27 WIB
703 view
Mengasihi yang Dibenci
Setiap orang pastilah mendambakan hidup ini rukun, damai dan tentram. Oleh karena itu sedapat mungkin manusia selalu menghindari ketegangan atau pertentangan. Kalau ada masalah yang mengakibatkan pertengkaran, perselisihan, maka harus cepat diselesaikan atau dicarikan solusi. Suasana damai dan tentram inilah dambaan dan impian manusia yang ingin bahagia.

Tetapi bagaimanakah dengan perkataan Yesus yang terdapat dalam Lukas 12:49-56, yang mengatakan,: "Kamu sangka Aku datang membawa damai ke bumi? Bukan. Bukan damai, melainkan pertentangan. Karena mulai sekarang ada pertentangan antara lima orang dalam satu rumah, tiga melawan dua dan dua melawan tiga. Mereka akan saling bertentangan: bapa melawan putranya, dan putra melawan bapanya, ibu melawan putrinya, dan putri melawan ibunya, ibu mertua melawan menantu, dan menantu melawan ibu mertua-nya."

Wou, tunggu dulu.! Jangan salah menafsirkan perkataan yang kontradiktif seperti ini, jika salah memahami teks ini,maka bisa justru menyesatkan para pembaca.
Ada satu ayat lagi perkataan Yesus  yang lebih ekstrim, demikian,: "Aku datang melemparkan api ke bumi dan betapa kudambakan agar api itu selalu menyala."(Lukas 12:49). Apakah maksudnya ayat ini? Apakah Yesus mau mengacaukan keluarga? Apakah Yesus mau mengacaukan masyarakat? Tentu tidak. Sebelum Yesus datang ke dunia masyarakat sudah kacau. Sebelum Yesus datang ke keluarga kita, keluarga kita juga sudah mengalami kekacauan, sebab kekacauan itu sudah melekat dalam hidup manusia.

Dalam kehidupan keluarga, kekacauan dalam keluarga biasanya soal warisan, soal menantu, soal pengeluaran uang, soal menyekolahkan anak, soal biaya pengobatan dsb. Tanpa Tuhan Yesus suasana kacau sudah ada. Jadi kekacauan bukan karena Tuhan Yesus. Tuhan Yesus datang ke dunia ini membawa ajaran baru tentang Kerajaan Allah, tentang cintakasih dan tentang persaudaraan.

Ketahuilah bahwa api yang dilemparkan ke bumi adalah Roh Kudus. Dan Tuhan Yesus sudah sadar bahwa ajaran-Nya akan membawa pertentangan. Dengan perkataan lain bahwa menurut firmanNya, Tuhan Yesus mengizinkan adanya pertentangan dimana-mana, tetapi bukan pertentangan siapa menang siapa kalah, bukan pertentangan soal kuasa, bukan pertentangan soal kekayaan, tetapi pertentangan untuk mencari kebenaran dan menghadirkan damai sejahtera.

Kedatangan Yesus di dalam dunia ini membawa keselamatan dan kedamaian, karena Yesus datang memulihkan hubungan yang telah rusak antara manusia dengan Allah. Sehingga di dalam Yesus kita dapat memiliki hubungan yang baik dengan Allah Bapa. Keselamatan dan kedamaian yang diberikan oleh Yesus, bukan secara duniawi dimana Mesias memerintah sebagai raja duniawi.

Namun keselamatan disini berkaitan dengan keputusan untuk menerima atau menolak Yesus yang menjadi Tuhan dan Juru selamat dunia ini. Keputusan besar antara menerima atau menolak Mesias inilah yang akan menyebabkan pertentangan, perpisahan, perlawanan, perselisihan dengan sesama manusia bahkan sesama anggota keluarga. Hal inilah yang diungkapkan Yesus ketika berbicara dengan orang banyak dan murid?muridNya.

Yesus ingin mempersiapkan para pengikutnya sejak dini supaya mereka tidak kaget dan gugup menghadapi perubahan yang akan terjadi ketika mereka mengambil keputusan untuk menjadi pengikutNya. Yesus juga mengkritik pemuka agama Yahudi, yang tidak dapat menilai zaman ini, bahkan Yesus menganggap mereka hidup di dalam kemunafikan. Ibaratnya seperti orang yang dapat menilai dan memahami tanda-tanda alam di sekelilingnya, apakah mau datang hujan dan panas, mereka bisa menilainya.

Namun terhadap kedatangan Tuhan Yesus, mereka tidak mau tahu dan tidak mau memahami zaman tersebut. Mereka menikmati apa yang telah mereka lakukan selama ini yaitu hidup di dalam kemunafikan. Mereka seperti orang yang rohani namun hidup mereka tidak dekat dengan Tuhan yang mereka sembah, secara lahiriah mereka beribadah secara batiniah mereka jauh dari Tuhan. Yesus mengingatkan kepada pengikutNya bahwa akan ada tantangan yang besar dari jaman ini, dan setiap orang harus mengambil keputusan yang benar agar mereka tidak mendapat hukuman yang kekal.

Mereka yang tidak memahami bahwa Yesus adalah Mesias dan bahwa dengan kemunculan Yesus berarti Kerajaan Allah sudah datang, mereka inilah yang tidak mau bertobat dan mereka pasti akan menuai akibatnya. Maka berbahagialah bagi kita yang menjadi pengikutNya, karena kita memahami dengan baik "rahasia-rahasia Kerajaan Allah" ini. Menjadi pengikut Kristus yang benar berarti kita memahami apa yang menjadi kehendak Tuhan dalam hidup ini.

Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan Yesus.
Memang sulit untuk mengambil keputusan kita mengasihi yang membenci kita oleh karena mengikuti dan melakukan rencana dan kehendak Tuhan Yesus. Kita juga dituntut harus rela meninggalkan mereka yang membenci kita meskipun mereka itu adalah orangtua, sanak saudara, kakak - adik, suami - atau istri. Tugas kita sekarang bagaimanakah kita mengasihi mereka yang membenci pengikut Kristus. Kita juga perlu mengasihi orang tua, suami atau istri, anak, atau saudara meskipun tidak sejalan dan seiring dengan rencana dan kehendak Kristus. Amin.! (h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru