Sebuah lagu yang mengajak kita untuk belajar. Belajar mengerti rencana Tuhan, belajar berserah pada Tuhan dan belajar berharap hanya pada Tuhan. Sebuah proses pembelajaran yang tidak mudah.
Berdoa. Doa biasanya dihubungkan dengan meminta. Itu sebabnya ada sebutan permintaan doa, seolah-olah dalam berdoa kita selalu meminta sesuatu. Pada hal Alkitab menggambarkan doa secara jauh lebih luas. Menurut Alkitab doa adalah juga keluh kesah, berteriak, bersorak sorai, bersujud, berseru, bersyukur, memuji, memuja, meratap, mengadu, menyembah, mengagungkan, memanggil dsb.
Doa adalah komunikasi kita dengan Tuhan. Sebuah percakapan pribadi dua arah di mana kita menyampaikan pergumulan kita kepada-Nya dan mendengarkan tanggapan-Nya sebagai pribadi yang memiliki kehidupan kita. Kemudian kita bersedia untuk menyesuaikan kehendak kita dengan kehendak Tuhan. Tetapi yang sering terjadi adalah kita selalu berharap Tuhan menjawab doa sesuai dengan apa yang menjadi kehendak dan harapan kita. Oleh sebab itulah doa sebuah proses belajar yang tidak mudah, karena tidak mudah untuk mengerti apa yang menjadi rencana Tuhan dalam hidup kita.
Bagaimana Tuhan menjawab doa kita? Ada empat kemungkinan Allah menjawab doa-doa kita. Dan keempat-empatnya itu adalah untuk kebaikan kita. Apa yang paling baik untuk kita. Di sini masalahnya. Karena apa yang Allah anggap baik belum tentu "klop"dengan apa yang kita anggap baik:
1.Allah mengabulkan doa kita, tetapi dengan syarat.
Apa syaratnya? Dalam 1 Yohanes 3:21-22 disebutkan tiga hal:
(a) Hati kita tidak menuduh kita. Artinya, hati nurani kita bersih. Kita tidak menyembunyikan maksud-maksud kotor dari hadapan Allah.
(b) Menuruti segala perintah-Nya. Jika Tuhan mau mengabulkan doa kita, mintalah hal-hal yang sesuai dengan perintah-Nya.
(c)Berbuat apa yang berkenan kepada-Nya. Begitu "Amin" dan doa kita selesai, kita lanjutkan doa kita dengan perbuatan. Perbuatan yang berkenan kepada Allah. Perbuatan apa itu? Satu, perbuatan yang memuliakan Allah. Dua, yang mendatangkan berkat bagi sesama, Tiga, yang mendatangkan sejahtera di hati.
2. Allah mengabulkan doa kita, tetapi tidak sekarang."Tunggu"
Pengkhotbah berkata,"Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya"(3:1).Allah kita adalah Allah yang menciptakan waktu. Oleh karena itu, Ia tidak dibatasi oleh waktu. Tidak dikuasai oleh waktu. Ketika Tuhan menjawab "Tunggu"
Menunggu merupakan sebuah kegiatan yang membosankan. Kita bisa melihat ekspresi orang-orang yang bosan menunggu kedatangan pesawat yang tertunda, menunggu antrian di bank, menunggu antrian di dokter sampai menunggu kedatangan seorang kekasih. Saat kita berdoa meminta sesuatu, terkadang kita pun harus menunggu. Kita harus menunggu saat kita meminta kesembuhan seorang yang kita kasihi, kita harus menunggu saat meminta pekerjaan yang sesuai dengan minat dan bakat kita, kita harus menunggu saat meminta seorang pasangan hidup yang cocok, kita harus menunggu saat meminta pertumbuhan dan perkembangan yang baik untuk anak-anak kita, kita harus menunggu saat meminta agar pelayanan yang kita kerjakan saat ini menghasilkan buah, kita harus menunggu saat kita meminta pemulihan atas bangsa dan negara kita, dan banyak hal lain yang harus kita tunggu setelah kita meminta dan berdoa.
Lalu bagaimana sikap kita saat menunggu? Apakah kita menunggu dengan bersabar dan menyerahkan sepenuhnya pada kehendak Tuhan? Atau kita lebih sering menunjukkan kebosanan, kekesalan bahkan kemarahan pada Tuhan karena doa kita terlalu lama dijawab. Tapi bagaimana sikap Abraham saat menunggu janji yang pernah dikatakan Tuhan kepadanya? Dalam Kejadian 15 dituliskan tentang perjanjian keturunan antara Abram dan Allah. Abram merasakan ketakutan dan kekhawatiran karena jika ia meninggal tidak akan ada yang menjadi ahli warisnya, kerena ia tidak mempunyai keturunan. Tapi Tuhan menguatkan Abram dan berkata, "Coba lihat ke langit, hitunglah bintang-bintang...., demikianlah banyaknya nanti keturunanmu". (Dalam perikop tersebut tidak dituliskan berapa usia Abram pada saat itu. Kemungkinan ia belum berusia 86 tahun, karena dalam Kejadian 16 dituliskan Abram berusia 86 tahun ketika Hagar-hamba Sarai isterinya, melahirkan Ismael.)
Saat Abraham berumur 99 tahun Allah mengulangi janjiNya kepada Abraham, bahwa ia akan beranak cucu sangat banyak dan akan menjadi bapa sejumlah bangsa besar (Kej. 17). Kemudian Allah menepati janji-Nya, maka mengandunglah Sara-istrinya yang berusia 90 tahun dan melahirkan seorang anak laki-laki yang diberi nama Ishak. Abraham berusia 100 tahun saat Ishak lahir. Selama lebih dari 14 tahun Abraham menunggu penggenapan janji Tuhan. Abraham menunggu dengan sabar dan menyerahkan sepenuhnya pada Allah. Ia mempercayai apa yang Allah janjikan kepadaNya, dan ia menerima buah dari yang ia percayai. Selain kisah kepercayaan Abraham, cerita tentang setangkai bunga dan seekor kupu-kupu berikut mengajarkan kita untuk beriman dan percaya saat menunggu jawaban doa.
Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat (Ibrani 11 : 1). Bersabar, berserah, berharap dan tetap beriman/percaya, merupakan sikap yang harus kita tunjukkan saat menunggu jawaban doa.
3.Allah mengabulkan doa kita, tetapi tidak persis sama dengan apa yang kita minta
Sekali lagi, firman Tuhan berkata,"..rancangan-Ku bukan rancanganmu; dan jalanmu bukan jalan-Ku..."(Yes.55:8). Pandangan kita terbatas, karena itu sebenarnya kita tidak tahu apa yang terbaik bagi kita. Rancangan kita bukanlah rancangan Tuhan, namun apapun yang Tuhan kerjakan dalam kehidupan kita pastinya rancangan damai sejahtera. Oleh sebab itu Ia meminta kepada kita berseru dan berdoa kepadanya meminta apa yang menjadi pergumulan hidup kita. Dan Tuhan sendiri berjanji akan mengabulkan doa kita, jika kita meminta sesuatu kepada-Nya menurut kehendak-Nya (1 Yohanes 5:14). Di dalam Efesus 3:20 "Bagi Dialah yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita." Kita memohon A namun mendapatkan B yang justru lebih baik daripada A. Contoh klasiknya ialah Cristopher Colombus. Sekitar 500 tahun lalu dia mencari jalur baru ke India, gagal, tapi ia justru menemukan benua baru yang lebih besar, Amerika. Contoh lain ialah kisah Jend. Luhut B.Panjaitan yang pada awal 1998 berusaha mencalonkan diri menjadi Gubernur Sumatara Utara namun tidak berhasil. Ketika Habibie menjadi Presiden, rahmat membawa Panjaitan menjadi duta besar RI untuk Singapura. Pangkatnya pun naik setingkat. Lalu, pada 2000, Presiden Abdurrahman Wahid mengangkatnya, menjadi Menteri Perindustrian dan Perdagangan. Dalam posisi baru ini presiden menaikkan pangkatnya menjadi jenderal penuh.Dan sekarang pun dipercayakan oleh presiden menjadi Menko Kemaritiman. Begitulah jawaban doa kita, Tuhan menjawab doa kita jauh lebih baik dari pada yang kita doakan.
4.Tuhan tidak mengabulkan doa kita, demi kebaikan kita
Ibrani 12:10-11 berkata:"...tetapi Dia mengajar kita untuk kebaikan kita, supaya kita beroleh bagian dalamkekudusan-Nya. Memang tiap-tiap ganjaran pada waktu ia diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita. Tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya."Melalui ayat-ayat di atas, jelaslah bahwa Tuhan tidak selalu memberikan yang enak kepada kita. Kadang-kadang doa kita tidak dijawab; namun itu tidak berarti Dia tidak peduli kepada kita. Dia sangat peduli dengan kita. Oleh karena itu, baiklah kita yakin bahwa itu adalah yang terbaik untuk kita.
Renungan:
Lalu apakah kita marah dan kecewa pada Tuhan saat doa-doa kita tidak dijawabNya? Untuk itulah kita perlu belajar mengerti kehendak dan rencana Tuhan. Belajar untuk untuk tidak hanya memikirkan kehendak kita sendiri saat berdoa, tetapi bagaimana kita mau menyesuaikan kehendak kita dengan kehendak Tuhan. Karena jawaban yang Ia berikan tidak hanya sekedar solusi dari setiap pergumulan kita. Jawaban "tidak" yang Ia berikan mengajarkan kita untuk memperdalam iman dan kepercayaan kita pada hikmat-Nya dan memperkuat kita pada kedaulatan-Nya. Saat kita berdoa tentu kita tidak mengetahui apa yang akan Tuhan berikan untuk jawaban doa kita. Namun yang harus diyakini, Tuhan pasti menjawab setiap doa-doa kita, entah dijawab dengan "ya", "tunggu" atau pun "tidak".
Apapun jawaban yang Ia berikan, itulah yang terbaik untuk kita. Ia lebih mengetahui apa yang menjadi kebutuhan kita dalam menjalankan kehidupan ini. Oleh sebab itu kita harus berserah, berharap dan percaya pada-Nya, bahwa kita akan menerima setiap jawaban doa menurut kehendak dan rencana-Nya, karena rencana-Nya indah pada waktu-Nya.
In His time. In His time
He makes all things beautiful in His time.
Lord please show me everyday as You're teaching me Your way
That You do just what You say in Your time.
Selamat berdoa. Selamat menerima jawaban doa.
Tuhan Yesus memberkati.
(h)