Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 30 Agustus 2026

Cerita Mengharukan Pasca Penyerangan Gereja Katolik St Lidwina Sleman

* Yogya Damai Dideklarasikan
- Minggu, 18 Februari 2018 17:29 WIB
999 view
Cerita Mengharukan Pasca Penyerangan Gereja Katolik St Lidwina Sleman
SIB/Dok
DEKLARASI YOGYA DAMAI: Gubernur DIY Sri Sultan HB X bersama beberapa pejabat daerah, tokoh masyarakat, ormas dan pemuka agama deklarasikan “Yogya Damai” sebagai respon atas penyerangan di Gereja St Lidwina Sleman Yogyakarta baru-baru ini.
Sleman (SIB) -Akhir bulan lalu, Gereja Katolik Yogyakarta menerima penolakan dari ormas setelah melakukan bakti sosialnya. Minggu (11/2), Gereja Katolik Santa Lidwina, Sleman diserang oleh Suliono, pemuda berusia 22 tahun.

Seperti dihimpun, serangan ini terbilang sadis karena pelaku menyerang dengan pedang tepat saat Misa minggu pagi berlangsung. Akibatnya, beberapa orang mengalami luka bacok, termasuk pastor gereja Romo Prier, tiga jemaat dan seorang polisi.

Pelaku yang diidentifikasi berinisial S itu terpaksa ditembak di bagian kaki karena berusaha menyerang pihak kepolisian. Kejadian ini pukul 07.30 WIB, dimana pelaku masuk dari pintu bagian Barat dan mulai menghempaskan pedang ke arah jemaat yang ada. Melihat tindakan pemuda itu, para jemaat akhirnya berhamburan keluar gereja.

CERITA MENGHARUKAN PASCA SERANGAN
Tentu saja setiap orang merasa sedih dan berang dengan tindakan pria tersebut. Rasa prihatin tidak hanya disampaikan oleh masyarakat Yogyakarta beragama Kristen, tapi mereka yang beragama berbeda pun turut merasa sedih. Dengan perasaan sepenanggungan, masyarakat pun berbondong-bondong datang ke Gereja Santa Lidwina untuk bergotong royong membersihkan gereja itu dari kekacauan akibat serangan tersebut.

Sepasang suami istri dari agama berbeda bahkan ikut serta membantu mengepel lantai yang penuh bercak darah. Mereka adalah Jir Harsani (30)dan suaminya Ahmad Muttaqin (37) warga Nogotirto, Kecamatan Gampang, Sleman.

Jir mengaku terbeban untuk membantu karena sebagai sesama manusia, sudah selayaknya saling membantu. "Kita ini sesama manusia dan anak Indonesia, sudah selayaknya untuk saling membantu," ucap Jir.

Dia juga menilai perbedaan agama bukan alasan bagi sesama pemeluk agama untuk tak saling peduli. Justru sebagai sesama umat beragamalah sikap simpati dan saling membantu harus tetap ditumbuhkan.

Deklarasikan Yogya Damai
Sejak kasus penyerangan ini, Pemerintah DIY mendeklarasikan Yogya Damai yang menolak kekerasan, intoleransi dan radikalisme di Bangsal Kepatihan, Rabu (14/5).

Gerakan ini dihadiri oleh beberapa pejabat daerah, tokoh masyarakat, organiasi masyarakat dan beberapa pemuka agama. Deklarasi yang dibacakan oleh enam pemuka agama (Islam, Katolik, Kristen, Hindu, Budha dan Konghucu) berisi lima hal pokok, yaitu:

1.    Menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.'

2.    Mengecam segala bentuk keteladan dan tindalan anarkis yang mengatas namakan agama

3.    Mengajak seluruh masyarakat DIY untuk tetap menjaga kerukunan, cinta damai dan toleransi antar umat beragama

5.    Menjadikan DIY sebagai daerah terdepan dalam perlawanan terhadap kekerasan, intoleransi, dan radikalisme.

Setelah dibacakan bersama, dilakukan juga penandatanganan kesepakatan bersama sebagai wujud penolakan sikap intoleransi. Penandatanganan ini diawali oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X. Dalam sambutannya, Sri Sultan berharap agar deklarasi ini tidak hanya sekedar dokumen mati, namun dapat juga diikuti dengan tindakan pasti.

Ia mengajak semua orang untuk dapat bahu membahu dalam mewujudkan kerukunan di DIY. "Semua unsur masyarakat yang melakukan penandatangan sampai tingkat terbawah pun harus memiliki pemahaman yang sama terhadap penanganan kekerasan fisik dan tindak kriminal menjadi kewajiban aparat kepolisian untuk menanganinya terlebih dahulu," komentarnya.

Sri Sultan juga menegaskan kalau dirinya mengutuk keras kejadian kekerasan yang terjadi di Gereja St. Lidwina dan mengajak para aparat untuk ikut memecahkan kasus tersebut. (Jb/rep/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru
‎Cuan Manis Bisnis Daster

‎Cuan Manis Bisnis Daster

Medan(harianSIB.com)Tren pakaian rumahan terus berkembang seiring perubahan gaya hidup masyarakat yang semakin pintar memadu padankan pak