Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 20 Juni 2026

Pelayanan Zending HKBP UAS kepada Anak-anak di Pinggiran Rel Mabar Penuh Sukacita

Ir Parluhutan Simarmata - Sabtu, 20 Juni 2026 20:28 WIB
214 view
Pelayanan Zending HKBP UAS kepada Anak-anak di Pinggiran Rel Mabar Penuh Sukacita
Foto: harianSIB.com/Dok
Pelayanan Zending HKBP Jalan UAS Medan foto bersama anak-anak pinggiran rel kereta api di Mabar, Sabtu (20/6/2026).

Medan(harianSIB.com)

Sukacita mewarnai pemberitaan injil kabar baik dan kunjungan kasih Tim Seksi Zending HKBP Jalan Uskup Agung Sugiopranoto, Resort Medan Kota, ke kawasan pinggiran rel di Jalan Yos Sudarso, Mabar Medan, Sabtu (20/6/2026).

Puluhan "Anak-anak Sabtu Ceria" yang selama ini dibina kakak pengasuh di pinggiran rel dekat Kawasan Industri Medan (KIM) I Mabar itu bernyanyi bersama, berdoa, bermain yang dipimpin langsung St Lundu Simanjuntak dari HKBP UAS. Kemudian mendengar firman Tuhan yang disampaikan Gr Bangun Prima Aruan.

Anak-anak bersama tim pembina, di antaranya Inang br Tampubolon dan Pdt Pardede, Maya Nadeak dan kakak pembina lainnya menyambut tim zending dengan ramah. Mereka berterimakasih atas kepedulian jemaat HKBP UAS untuk mengunjungi dan bergabung bersama-sama anak-anak di pinggiran rel kereta api dan di pinggiran industri yang penuh dengan dinamika. Baik dari segi kebersihan lingkungan, terutama polusi udara dan kebisingan suara.

Pada kesempatan itu, dalam renungan singkatnya, Guru Huria Aruan mengutip firman Tuhan dari Yunus 2:2 (TB) katanya: "Dalam kesusahanku aku berseru kepada TUHAN, dan Ia menjawab aku, dari tengah-tengah dunia orang mati aku berteriak dan Kaudengarkan suaraku".

Baca Juga:
Dia mengingatkan, dari pinggir rel yang penuh dengan dinamika, Tuhan juga akan mendengar suara anak-anak semua yang berseru kepadaNya. Guru Aruan juga mengingatkan anak-anak agar menjauhkan diri dari pertemanan yang jahat, dari pencuri dan dari kejahatan dan anak-anak harus bertobat.

Dialog juga terjadi dengan akrab saat Guru Aruan menyampaikan khotbah. Dia mengingatkan anak-anak tetap berdoa karena Tuhan itu sangat dekat dan hanya sejauh doa.

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru