Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 22 September 2026

Ibadah Lansia Gereja CCA, Pdt Daniel Tanzil: Tuhan Melihat dan Menemukan Kita dalam Pergumulan

Nelly Hutabarat - Jumat, 14 Agustus 2026 12:18 WIB
399 view
Ibadah Lansia Gereja CCA, Pdt Daniel Tanzil: Tuhan Melihat dan Menemukan Kita dalam Pergumulan
Foto dok
Para lansia mengikuti ibadah Usia Emas di Gereja CCA dan yang berulang tahun menerima tali asih, Rabu (12/8/2026).Latar belakang Gembala sidang Pdt Daniel Tanzil.

Medan(harianSIB.com)

Ibadah lansia yang digelar Gereja CCA, Rabu (12/8/2026), berlangsung hikmat penuh sukacita. Ibadah yang dipimpin Gembala Sidang Pdt Daniel Tanzil tersebut dihadiri ratusan kaum ibu dan bapak lansia di Gereja CCA, Jalan Gunung Krakatau, Medan.

Ibadah yang rutin digelar setiap bulan itu diisi dengan puji-pujian dan penyampaian firman Tuhan yang menguatkan para jemaat.

Dalam kesempatan tersebut, turut diberikan tali kasih kepada jemaat lansia yang berulang tahun pada Agustus, yang diserahkan Ny Daniel Tanzil.

Dalam khotbahnya, Pdt Daniel Tanzil dari Kejadian 16, ketika Hagar melarikan diri setelah mengalami tekanan dan perlakuan keras dari Sarai.

Di tengah padang gurun, Hagar dijumpai malaikat Tuhan di dekat mata air. Dari kisah tersebut, Pdt Daniel mengajak jemaat memahami bahwa Tuhan hadir dan melihat manusia ketika berada dalam pergumulan, penderitaan, maupun situasi yang tidak nyaman.

Menurutnya, ada empat hal penting yang dapat dipelajari dari kisah Hagar.

Pertama, Tuhan melihat dan menemukan Hagar ketika ia berada dalam kondisi tertindas. Tuhan hadir di tengah padang gurun dan menunjukkan diri-Nya sebagai El-Roi, yakni Tuhan yang melihat.

"Tuhan mencari orang yang terluka dan menemukan mereka. Yang sakit akan dikuatkan," ujarnya.

Kedua, Tuhan menemukan Hagar di padang gurun, tempat yang menggambarkan pergumulan, ketidakpastian dan kesulitan hidup. Justru di tempat seperti itu Tuhan menyatakan diri-Nya.

"Tuhan mencari kita lebih dulu dan mengasihi kita. Dalam pergumulan hidup, yakinlah Tuhan hadir," katanya.

Ketiga, Tuhan memanggil Hagar dengan namanya. Hal ini menunjukkan bahwa manusia memiliki identitas dan berharga di mata Tuhan, meskipun tidak dihargai oleh sesama.

Pdt Daniel mengingatkan jemaat melalui Yesaya 43:1 bahwa Tuhan memanggil umat-Nya dengan nama dan menyatakan bahwa mereka adalah kepunyaan-Nya.

Keempat, Tuhan mengetahui apa yang terbaik bagi Hagar. Malaikat Tuhan meminta Hagar kembali kepada Sarai dan menghadapi persoalan yang ada.

Menurut Pdt Daniel, keputusan tersebut menunjukkan bahwa Tuhan tidak hanya melihat dan menemukan manusia dalam masalah, tetapi juga menuntun mereka untuk mengambil jalan yang terbaik dan belajar taat.

Ia menegaskan, kisah Hagar menjadi pengingat bahwa Tuhan hadir dalam setiap pergumulan umat-Nya. Tuhan yang disebut El-Roi adalah Tuhan yang melihat, mengetahui dan memahami seluruh perjalanan hidup manusia.

"Sesudah kita mengenal Allah, kita menyadari bahwa sesungguhnya Allah lebih dahulu mencari dan menemukan kita. Karena itu, kita harus bersyukur kepada Tuhan yang terus memulihkan dan menyertai hidup kita," pungkasnya.(*)

Editor
: Wilfred Manullang
SHARE:
Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru