Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 14 Juni 2026

Yayasan Patona Jalin Kerjasama dengan Rutan Kelas IIB Humbahas

Redaksi - Jumat, 13 Maret 2020 18:54 WIB
456 view
Yayasan Patona Jalin Kerjasama dengan Rutan Kelas IIB Humbahas
Foto: SIB/Dok
MoU : Ketua Yayasan Partukoan Toba Nauli Jery Lumban Gaol foto bersama dengan Ka Rutan Kelas IIB Humbahas Revanda Bangun didampingi masing-masing anggotanya foto bersama usai melakukan penandatanga
Humbahas (SIB)
Yayasan Partukoan Toba Nauli melakukan kerja sama (Mou) dengan rumah tahanan (Rutan) Kelas II-B Humbang Hasundutan (Humbahas) dalam pembinaan kemandirian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di bidang keterampilan dan peduli lingkungan di Aula Rutan Desa Matiti, Kecamatan Doloksanggul, Kamis (12/3/2020) sore.

Ketua Yayasan Patona Jery Lumban Gaol mengatakan memilih rutan sebagai wadah jalinan kerjasama, karena warga binaan memiliki pilihan kedua dalam konteks pertobatan dan perlu disambut untuk disikapi. “MoU ini kita coba dari Rutan Kelas IIB Humbahas. Karena di rutan ini banyak warga binaan dari luar Humbahas. Usai menjalani masa hukuman dan kembali ke daerahnya masing-masing diharapkan dapat menjadi kreator yang berguna. Itu menjadi target output kita,” katanya.

Jery juga menjelaskan ide kerjasama terinspirasi dari banyaknya warga binaan yang membutuhkan pembekalan keterampilan sehingga usai menjalani masa tahanan dan terjun kembali masyarakat sudah memiliki keterampilan.

“Bahan dasar keterampilan bisa saja sampah, bambu atau kreatifitas lain yang berguna dan ekonomis. Tentunya melalui pelatihan yang kontinu dan konsisten. Harapan kita, esk tahanan tidak lagi menjadi momok yang menakutkan namun menjadi kreator setelah melebur dengan masyarakat usai menjalani hukuman,” tukasnya.

Kepala Rutan Kelas IIB Humbahas, Revanda Bangun kepada wartawan Jumat (13/3/2020) membenarkan MoU itu. Dia mengatakan sangat mendukung setiap program yang bertujuan pembinaan serta menambah kemampuan keterampilan bagi setiap warga binaan terutama di lingkungan kerjanya.

“Kita sangat mendukung kerja sama ini. Karena cara ini sangat baik untuk membantu membimbing warga binaan pemasyarakatan agar bisa berkreasi, mandiri, bahkan bisa menciptakan lapangan pekerjaan usai menjalani hukumannya. Rencananya kerjasama ini bisa menjadi pilot projeck bagi semua lembaga pemasyarakatan di wilayah Tapanuli Raya,” jelasnya. (*)


Editor
:
SHARE:
komentar
beritaTerbaru