Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 01 Mei 2026

Jembatan di Dusun Pondokpanjang Rusak Parah, Bahayakan Pengguna Jalan

Redaksi - Senin, 29 Maret 2021 17:37 WIB
419 view
Jembatan di Dusun Pondokpanjang Rusak Parah, Bahayakan Pengguna Jalan
(Foto SIB/Lambok Simbolon)
RUSAK PARAH :  Jembatan di Dusun Pondokpanjang, Sergai, rusak parah dan membahayakan lengguna jalan. Foto diambil, Senin (29/3/2021).
Sergai (SIB)

Jembatan yang terletak di Dusun Pondokpanjang, Desa Kayubesar, Kecamatan Bandarkhalifa, Kabupaten Serdangbedagai (Sergai), rusak parah. Kondisi tersebut mengancam pengguna jalan, sebab badan jembatan berlubang dan banyak tanpa baut pengaman.

Selain berkarat, akibat lubang yang menganga di badan jembatan, setiap pengguna kendaraan harus menggunakan sistem buka tutup. Kondisi ini bisa menyebabkan antrean dan memperlambat arus lalu lintas.

Hendara Sianipar (32) kepada SIB, Senin (29/3/2021), mengatakan sudah hampir dua tahun jembatan tersebut rusak. Ia menyayangkan tidak ada tindakan perbaikan dari pemerintah atau dinas terkait.

"Pernah juga ada mobil terpersok di sini. Kalau mobil kecil paling bahaya. Naik sepeda motor juga harus pelan-pelan, biasanya kalau takut, pengendara menggiring kendaraannya," jelasnya.

Hendra menambahkan, jembatan tersebut merupakan jalan utama antar kecamatan, bahkan menuju Kabupaten Batubara. Pengangkutan hasil pertanian dan laut menjadi terkendala.

Ditemui di ruang kerjanya, Camat Bandarkhalifa, Muhammad Khairi kepada SIB, Senin (29/3/2021), mengatakan sudah dua tahun jembatan tersebut rusak. Pihaknya sudah beberapa kali mengajak warga swadaya untuk mengurangi kerusakan, seperti penambahan badan jembatan dari kayu hingga lempengan besi. Namun tetap saja rusak.

"Persoalannya adalah sejak dua tahun lalu, ruas jalan dari Kecamatan Tanjungberingin hingga Kabupaten Batubara, termasuk jembatan yang di Desa Kayubesar itu berubah status dari kabupaten menjadi provinsi. Akibatnya proses penganggaran berubah, makin lama kalau di provinsi. Apalagi saat ini, kita sedang menghadapi pandemi Covid-19. Jadi pembangunan terkendala," terangnya.

Saat ini, menurutnya pihak kecamatan sangat berharap agar aduan warga segera menjadi perhatian di tingkat provinsi. "Kita tinggal menunggu apa yg terjadi," tutupnya. (*)
Editor
:
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru