Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 27 April 2026

Ketua DPRD SU: Dishut Jangan "Main Mata" dengan Mafia Perambah Hutan Puncak 2.000 Siosar

Redaksi - Jumat, 09 April 2021 15:04 WIB
1.927 view
Ketua DPRD SU: Dishut Jangan "Main Mata" dengan Mafia Perambah Hutan Puncak 2.000 Siosar
Istimewa
Drs Baskami GintingLloyd Reynold Ginting
Medan (harianSIB.com)

Ketua DPRD Sumut Drs Baskami Ginting mengingatkan Dishut (Dinas Kehutanan) Sumut Cq Gakkum (Penegakan Hukum) Dishut Sumut agar jangan sampai "main mata" dengan mafia perambah hutan di puncak 2.000 Siosar Kabupaten Karo. Karena akibat tindakannya, ratusan hektar kawasan hutan produksi tersebut sudah "porak-poranda".

"Kita di lembaga legislatif akan terus mengawal pengusutan kasus perambah hutan ini. Dishut Sumut harus bisa menjerat mafia perambahnya dengan menetapkannya sebagai tersangka," ujar Baskami Ginting kepada wartawan, Jumat (9/4/2021), menanggapi aksi unjuk rasa masyarakat Desa Sukamaju Kecamatan Tiga Panah dan DPC Projo Karo di Dishut Sumut yang menuntut segera menangkap mafia perambah hutan puncak 2000 Siosar.

Menurut Baskami, Dishut Sumut melalui Gakkumnya harus bekerja ekstra keras mengusut kasus tersebut hingga tuntas, dan dipastikan akan terungkap siapa "big boss" perambah hutan dimaksud, karena satu unit alat berat (buldozer) di lapangan sudah diamankan, ditambah keterangan sejumlah saksi yang mengetahui persis siapa sebenarnya pengusaha dibalik perambahan hutan dimaksud.

"Dishut jangan lagi lengah, apalagi berdasarkan keterangan delapan orang saksi yang sudah diperiksa, semuanya sudah mengarah kepada nama seseorang pengusaha sebagai aktornya," tegas Baskami sembari berharap Dishut jangan hanya mengamankan dan menyita alat beratnya, tapi harus segera tetapkan tersangkanya.

Diakui Baskami, aksi pembabatan hutan Siosar Puncak 2.000 ini sudah sangat berbahaya, karena sejumlah desa dibawah kaki bukit terancam diterjang banjir dan air sungai yang selama ini sebagai tempat mandi masyarakat sudah kering dan kotor bercampur lumpur, jika hujan turun.

Berkaitan dengan itu, Ketua DPC Projo Karo Lloyd Reynold Ginting Munthe berharap kepada DPRD Sumut dan Poldasu untuk mengkawal terus pengusutan kasus perambahan hutan Puncak 2000 Siosar dan segera menjebloskan tersangkanya ke penjara, guna mempertanggungjawabkan perbuatannya yang telah menghancuri hasil-hasil alam Siosar.

Seperti diketahui, tambah Lloyd, aksi perambahan hutan dilakukan dengan modus membuat jalan menuju hutan. Kemudian mengkapling-kapling lahan untuk diperjualbelikan kepada masyarakat dan pengusaha, karena kawasan itu menjadi primadona bagi investor.

"Berdasarkan informasi yang kita peroleh di lapangan, mafia perambah hutan Siosar ini disebut-sebut mafia tanah dari Medan. Kini mengembangkan bisnisnya menguasai lahan hutan dan menyerobot lahan masyarakat di Karo," tandas Lloyd sembari menambahkan, DPC Projo Karo akan terus mengejar mafia perambah tersebut, guna menghindari keresahan masyarakat.

Selain itu, tandas Lloyd, bukti-bukti keterlibatan mafia tanah dari Medan ini juga sudah diserahkannya kepada Ketua DPRD Sumut Drs Baskami Ginting, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, Ketua Umum DPP Projo Jakarta dan Presiden RI, sebagai bentuk keseriusan DPC Projo Karo mengungkap pelaku perusak hutan Siosar.(*).
Editor
:
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru
Gempa Magnitudo 6,2 Guncang Jepang

Gempa Magnitudo 6,2 Guncang Jepang

Tokyo(harianSIB.com)Gempa bumi kuat mengguncang pulau Hokkaido di Jepang utara, Senin (27/4/2026) pagi. Ini menjadi gempa terbaru dalam sera