Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 16 Juli 2026
Gelar Abdimas di Gereja HKBP Pariksabungan

FE Universitas Sisingamangaraja XII Tapanuli Berbagi Ilmu dan Inovasi untuk Penguatan Ekonomi Jemaat 

Redaksi - Kamis, 16 Juli 2026 12:43 WIB
130 view
FE Universitas Sisingamangaraja XII Tapanuli Berbagi Ilmu dan Inovasi untuk Penguatan Ekonomi Jemaat 
Foto SIB/dok
UNITA DI GEREJA: FE UNITA gelar abdimas di HKBP Pariksabungan Kecamatan Siborongborong, Kamis (9/7), yang dilaksanakan oleh Dekanat FE dan Fungsionaris Rektorat. Dekan FE UNITA, Dr Rosalinda S Sitompul SE MM, turut didampingi PR I, II dan IV, Talenta

Tapanuli Utara(harianSIB.com)

Gereja HKBP Pariksabungan yang berlokasi di Desa Pariksabungan Kecamatan Siborongborong Kabupaten Tapanuli Utara menjadi pusat kegiatan pengabdian kepada masyarakat (Abdimas) Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Sisingamangaraja XII Tapanuli (UNITA), Kamis (9/7).

Kegiatan itu terlaksana atas kerjasama antara FE UNITA dan Punguan Parompuan HKBP Distrik Regional I Distrik XVI Humbang Habinsaran dengan melibatkan jemaat lintas sektor dan lintas usia.

Sebanyak 160 orang jemaat hadir dan berpartisipasi aktif sepanjang rangkaian acara dan menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap penguatan kemandirian ekonomi berbasis gereja dan keluarga.

Kegiatan Abdimas ini merupakan wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat yang secara rutin dilakukan FE setiap semester.

Baca Juga:
Melalui program tersebut, kampus berupaya menghadirkan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang aplikatif untuk menjawab kebutuhan riil jemaat, terutama dalam hal penguatan ekonomi rumah tangga dan pemberdayaan perempuan berbasis gereja.

Sesi utama kegiatan diisi oleh pemaparan materi bertajuk "Penguatan Kemandirian Ekonomi Jemaat melalui Tata Kelola Kelompok Usaha Berbasis Gereja (KUBG)" yang disampaikan oleh Dosen FE UNITA, Dr Nana T Nainggolan SE MM.

Dalam paparannya menjelaskan, bahwa gereja tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga dapat menjadi pusat pengembangan ekonomi jemaat melalui pembentukan dan pengelolaan Kelompok Usaha Berbasis Gereja (KUBG).

"Melalui KUBG, jemaat didorong untuk saling mendukung, bekerja sama, dan mengelola usaha kecil secara kolektif dengan tata kelola yang baik, transparan dan berorientasi pada kesejahteraan bersama. Pendekatan ini sejalan dengan semangat pemberdayaan ekonomi jemaat yang berbasis komunitas dan nilai-nilai kekristenan," jelas Dr Nana.

INOVASI

Selain sesi pemaparan materi, kegiatan Abdimas tersebut juga diisi dengan demonstrasi pembuatan saus cabai yang dilakukan bekerja sama dengan mitra KT Berdikari Desa Siborongborong II.

Demonstrasi bertujuan untuk menjawab kebutuhan nyata jemaat yang sebagian besar menggantungkan hidup pada sektor pertanian, termasuk komoditas cabai.

Pada saat harga cabai turun, petani sering mengalami kerugian karena cabai sulit disimpan dalam jangka waktu lama.

Melalui pelatihan itu, peserta diperkenalkan pada cara mengolah cabai menjadi saus cabai alami tanpa bahan pengawet. Prosesnya meliputi pemilihan cabai segar, pencucian, penghalusan, penambahan bumbu, teknik pemasakan yang tepat, hingga pengemasan yang higienis.

Dengan demikian, cabai yang sebelumnya berpotensi terbuang dapat diolah menjadi produk bernilai tambah yang lebih tahan lama dan memiliki peluang jual lebih tinggi. Sehingga berkontribusi pada peningkatan pendapatan keluarga.

Berbagai studi menunjukkan bahwa pelatihan pengolahan cabai menjadi saus cabai memang efektif untuk meningkatkan nilai tambah komoditas dan memperkuat ekonomi lokal.

Dalam sambutannya, Dekan FE UNITA, Dr Rosalinda S Sitompul SE MM menjelaskan, bahwa kegiatan tersebut merupakan implementasi tanggung jawab moral dan akademik perguruan tinggi untuk hadir di tengah masyarakat.

"Kegiatan Abdimas kali ini mengusung tema besar 'Pemberdayaan Perempuan Berbasis Integrated Women Economic Empowerment (IWEE)' melalui Inovasi Produk, Literasi Keuangan Digital, Tata Kelola Usaha Berbasis Gereja, dan Dapur Sehat dan Cerdas untuk meningkatkan ketahanan ekonomi rumahtangga'," jelasnya.

Menurutnya, pendekatan IWEE menekankan pemberdayaan perempuan secara terpadu. Tidak hanya melalui pelatihan keterampilan tetapi juga penguatan kapasitas, akses informasi, dan dukungan berkelanjutan bagi perempuan sebagai pelaku ekonomi keluarga dan jemaat.

Dekan juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan itu, mulai dari pimpinan gereja, pengurus Punguan Parompuan, mitra KT. Berdikari, hingga dosen dan mahasiswa FE yang terlibat.

"Saya berharap benih-benih usaha dan pengetahuan yang ditanam dalam kegiatan Abdimas ini akan terus bertumbuh dan berbuah bagi kesejahteraan jemaat serta menjadi model kolaborasi gereja-kampus yang dapat direplikasi di tempat lain," ujarnya.

KEBANGKITAN

Respon positif juga datang dari Pendeta HKBP Distrik Pariksabungan, Pdt R Ramli Siahaan STh. Dalam sambutannya, Pdt Ramli Siahaan mengatakan, bahwa kegiatan Abdimas yang dilaksanakan oleh Fakultas Ekonomi UNITA itu merupakan momentum kebangkitan bagi Parompuan HKBP agar semakin mandiri dalam keluarga dan aktif mengambil peran dalam penguatan ekonomi rumah tangga.

"Jemaat membutuhkan pendampingan nyata seperti ini agar mampu memanfaatkan potensi yang dimiliki, bukan hanya bergantung pada fluktuasi harga komoditas pertanian," terangnya.

Begitu juga dengan Praeses HKBP Distrik XVI Humbang Habinsaran, Pdt Wisno WM Sihombing MTh juga sangat mengapresiasi keterlibatan perguruan tinggi dalam mendampingi jemaat, khususnya perempuan, untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan ketahanan ekonomi keluarga.

"Saya berharap, sinergi antara gereja, kampus dan komunitas dapat terus diperkuat sehingga gereja benar-benar menjadi ruang transformasi spiritual

sekaligus sosial-ekonomi bagi jemaat," ujarnya.

Kegiatan Abdimas itu turut dihadiri para Pembantu Rektor I UNITA Talenta Marbun SE MSi, Pembantu Rektor II Herta Manurung SE MM, Pembantu Rektor IV Joan Berlin Damanik SSi MM, Pembantu Dekan I Ronal D Sihaloho SE MSi, Pembantu Dekan II Erlianti Simanjuntak SSos MM, Ketua Prodi Manajemen

Ester M Siagian SE MM serta dosen-dosen lain yaitu Hotlan Purba SE MM, Delfiana Sihombing SE MSi, Dahlia N Siallagan SE MM, dan DYD Mahulae SE ME.

Selain itu, sejumlah mahasiswa FE turut serta membantu dalam berbagai aspek teknis. Keterlibatan mahasiswa itu penting sebagai sarana pembelajaran nyata, sehingga mereka tidak hanya memahami konsep pemberdayaan ekonomi di ruang kuliah, tetapi juga menyaksikan langsung dinamika dan kebutuhan masyarakat di lapangan, jelas staf Dekanat. (**)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Fakultas Ekonomi UNITA Laksanakan Abdimas di Desa Matiti 2 Dolok Sanggul
Dosen dan Mahasiswa Prodi PPKn UNITA Studi Atmosfir dan Abdimas di Desa Sampuran Sibandang Muara
FH UNITA Gelar Abdimas di Desa Sitolu Ompu
Prodi PPKn Universitas Sisingamangaraja XII Tapanuli Ajak Warga Cegah Narkoba Melalui Kearifan Lokal
Prodi Agroteknologi Fakultas Pertanian UNITA Sampaikan Cara Mengukur pH Tanah
Pemerintah Gelontarkan Rp 12 Miliar Dana Hibah Penelitian dan Abdimas untuk Dosen PTS di Sumut
komentar
beritaTerbaru
WN Singapura Tewas Dicekik di Bali

WN Singapura Tewas Dicekik di Bali

Denpasar(harianSIB.com)Kepolisian Polresta Denpasar, Bali, menangkap seorang warga negara asing (WNA) asal Singapura berinisial MZ (26) pada