Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 30 Agustus 2026

Anita Wahid Serahkan Petisi Dukungan Stop Pembahasan RUU KUHAP ke KPK

- Sabtu, 05 April 2014 19:33 WIB
352 view
Anita Wahid  Serahkan Petisi Dukungan Stop Pembahasan RUU KUHAP ke KPK
Jakarta (SIB)- Putri mantan Presiden Abdurrahman Wahid, Anita Wahid mendatangi gedung KPK. Anita yang didampingi beberapa aktivis anti korupsi itu datang untuk menyerahkan petisi dukungan ke KPK agar pembahasan RUU KUHAP ditunda.

"Kami datang untuk menyerahkan petisi yang telah didukung hampir 15 ribu orang. Kami mendukung KPK agar tidak dilemahkan melalui upaya pembahasaan RUU KUHAP di DPR," ujar Anita di KPK, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat (4/4/2014).

Menurut Anita yang memprakarsai pengumpulan petisi melalui www.change.org/SelamatkanKPK itu, RUU KUHAP dan KUHP hanya akan menguntungkan para koruptor. Di satu sisi, KPK akan dilemahkan karena beberapa kewenangannya dikebiri.

"Jika RUU tersebut disahkan, koruptor menjadi diuntungka karena hukuman untuk koruptor lebih ringan. KPK juga tidak bisa lagi menuntut koruptor jika RUU KUHP ini disahkan," tegasnya.

Selain itu, dalam kesempatan tersebut, Anita mengingatkan kepada masyarakat Indonesia agar jangan memilih partai yang tetap mendukung upaya pelemahan KPK. "Jangan sampai di Pemilu nanti kita memilih partai yang ngotot ingin melemahkan KPK," imbaunya.

Pimpinan KPK, Busryo Muqoddas mengaku sangat tersanjung dengan dukungan dari masyarakat. Menurut Busryo, para pihak yang ngotot untuk melanjutkan pambahasan RUU KUHAP juga harus mendengar aspirasi masyarakat.

"Mereka seharusnya bisa melihat bahwa dukungan masyarakat tidak bisa terbendung. Sudah saatnya untuk menunda pembahasan baik RUU KUHAP maupun KUHP," tegas Busryo.(detikcom/c)

Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru
‎Cuan Manis Bisnis Daster

‎Cuan Manis Bisnis Daster

Medan(harianSIB.com)Tren pakaian rumahan terus berkembang seiring perubahan gaya hidup masyarakat yang semakin pintar memadu padankan pak