Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 30 Agustus 2026

Personal Branding Jokowi Lebih Kuat dari Capres Lain

- Senin, 07 April 2014 11:33 WIB
532 view
 Personal Branding Jokowi Lebih Kuat dari Capres Lain
JAKARTA (SIB)- Guru Besar Universitas Indonesia Prof Dr Hamdi Muluk mengemukakan, suka atau tidak suka sekarang ini calon presiden dari Partai Demokrasi  Indonesia Perjuangan (PDIP) Joko Widodo memiliki personal branding (pencitraan dirinya) lebih bagus dari capres  lain.

“Harus diakui Joko Widodo itu sukses membranding dirinya,” ujar Hamdi, dalam diskusi bedah buku “Personal Branding” karya Dewi Haroen, di Gramedia, Matraman,  Jakarta, Minggu (6/4).

Diskusi bedah buku “Personal Branding” ini dimoderatori mantan DPR Fraksi Partai PAN Alvin Lie, yang kini lebih banyak bergerak di bidang bisnis.

Lebih lanjut, Hamdi mengemukakan, kesuksesan Jokowi adalah  bagaimana orang lain bisa menceritakan sosok Gubernur DKI Jakarta itu dengan utuh, dan positif. “Sekarang kesuksesan Jokowi harus diakui narasinya kuat di masyarakat dan semua orang bisa menceritakan dirinya dengan baik,” paparnya.

Dia menilai, untuk  membangun personal branding dalam diri seseorang menjadi pemimpin atau menjadi calon anggota legislatif  tidak bisa instan, tetapi melewati proses yang sudah teruji  dalam kehidupan seseorang tersebut. Menurutnya dibutuhkan konsistensi dan kompetensi seorang capres dan caleg.

Lebih lanjut Hamdi mengemukakan, politik tidak selalu buruk karena orang berpolitik ingin mengurus urusan publik. “Kalau tidak ada politisi siapa yang mau mengurus publik, jadi politisi itu adalah yang mengurus urusan publik. Tapi masalahnya merekrut seseorang itu  dalam partai politik berdasarkan pemilihan (elektoral), dan satu sisi bagaimana memahami konsumen, dan meyakinkan kita lebih baik dari orang lain, “ujarnya.

Kalau  mau menang, jelasnya, harus pintar membuat personal brandingnya. Jangan berpikir kalau anda punya modal banyak untuk berkompetisi maka sudah segala-galanya. Itu pencitraan kosong, jadi tidak mungkin politisi melakukan pencitraan kosong,” tegasnya.

Namun, dia mengemukakan, masyarakat juga harus mendorong caleg berkualitas untuk membranding dirinya sehingga jangan sampai caleg yang  di bawahnya  maju,  dan memenangkan pertarungan  tersebut.

“Tentunya kita berharap partai politik, atau berkutat di politik itu selayaknya mempunyai karakter, dan itu bisa diketahui kalau partai politiknya mempunyai ideologi dan jati dirinya jelas. Dengan parpol yang berkarakter dan berideologi itu yang akan membuat kuat di masyarakat,” ujarnya.

Sehingga, para politisi tidak bisa membranding dirinya tanpa dia mencantolkan dengan garis ideologi partainya tersebut. “Tentunya politisi harus membranding sedemikian rupa, kalau niat mengurus publik,” tukas Hamdi.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin mengatakan,  para caleg atau capres mempersonal branding dirinya adalah lumrah, dan  sah-sah saja, namun jangan sampai para caleg mencitrakan dirinya tanpa melihat realitas kenyataan di masyarakat.

“Walau sekarang bertaburan spanduk caleg-caleg dengan wajah yang senyum kepada masyarakat, tapi tidak semua orang masuk  ke parlemen, baik DPR atau DPRD. Dan juga saya mendengar banyak rumah sakit jiwa yang sudah siap menampung para caleg tersebut,” tukasnya.

Sementara,  musisi Dwiki Darmawan yang kini mencalonkan diri menjadi caleg DKI Jakarta mengatakan,  dirinya  dalam personal branding sebagai musisi, dan ingin membawa kancah musik dan budaya nasional di kancah internasional.

“Karena saya sudah cukup mencari kemakmuran  dalam  rumah tangga selama ini, dan kini saya ingin berkarya dalam masyarakat. Banyak yang ingin saya buat bagi bangsa ini, salah satunya punya ketahanan budaya,” ucapnya. (G2/f)


Simak berita selengkapnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB) edisi 7 April 2014. Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap pukul 13.00 WIB.


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru
‎Cuan Manis Bisnis Daster

‎Cuan Manis Bisnis Daster

Medan(harianSIB.com)Tren pakaian rumahan terus berkembang seiring perubahan gaya hidup masyarakat yang semakin pintar memadu padankan pak