Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 30 Agustus 2026
Korban Kekerasan Seksual TK JIS Bertambah

Guru Paedofil Vahey Bunuh Diri di AS 2 Hari Setelah FBI Periksa USB-nya

*Pernah Mengajar di JIS 10 Tahun
- Kamis, 24 April 2014 20:43 WIB
399 view
 Guru Paedofil Vahey Bunuh Diri di AS 2 Hari Setelah FBI Periksa USB-nya
SIB/ANTARA FOTO/Reno Esnir/Koz/nz/14.
PENUTUPAN TK JAKARTA INTERNASIONAL SCHOOL: Petugas Keamanan bersiaga di gerbang Jakarta Internasional School (JIS) di Pondok Indah, Jakarta Selatan, Rabu (23/4). Kemendikbud akhirnya mencabut izin operasional pengajaran untuk TK atau pendidikan anak usia
Washington (SIB)- Buronan FBI dalam kasus paedofilia internasional, William James Vahey, tewas bunuh diri di negara asalnya, Amerika Serikat. Vahey bunuh diri selang 2 hari setelah agen FBI memeriksa dokumen miliknya. Saat ini FBI sedang mencari puluhan korban Vahey di 10 negara, termasuk Indonesia.

Dalam pernyataannya, seperti dilansir Reuters, Rabu (23/4), Biro Investigasi Federal (FBI) menjelaskan bahwa Vahey yang berusia 64 tahun ini nekat bunuh diri pada 21 Maret 2014 lalu. Jasad Vahey ditemukan di sebuah rumah di Luverne, Minnesota, AS.

Namun tidak dijelaskan lebih lanjut dengan cara apa Vahey menghabisi nyawanya sendiri. FBI hanya menyebutkan bahwa Vahey tewas bunuh diri sekitar 2 hari setelah FBI mendapat surat perintah pemeriksaan terhadap dokumen komputer milik Vahey yang disimpannya di sebuah USB.

USB tersebut diserahkan kepada FBI oleh seorang staf sekolah internasional, American Nicaraguan School di Managua (ibukota Nikaragua), yang menjadi tempat Vahey bekerja sebagai guru sejarah dan geografi. Staf sekolah tersebut mengajukan laporan ke FBI dengan menyatakan bahwa USB milik Vahey berisi konten pornografi anak di bawah umur.

"Berisi foto-foto pornografi sejumlah anak laki-laki di bawah umur yang tampaknya sedang tidur atau tak sadarkan diri," demikian keterangan FBI. Anak-anak tersebut ditaksir berusia antara 12-14 tahun.

Staf sekolah tersebut menambahkan, dirinya sempat menanyakan langsung mengenai isi USB tersebut kepada Vahey. Menurutnya, Vahey akhirnya mengakui bahwa dirinya banyak mencabuli anak laki-laki sepanjang hidupnya. Vahey juga mengakui dirinya memberikan pil tidur kepada anak-anak tersebut sebelum mencabuli mereka.

Pasca pengakuan tersebut, Vahey dipecat dari pekerjaannya pada Maret lalu. Pihak FBI lantas menyelidiki foto-foto yang ada di dalam USB tersebut, yang sedikitnya menunjukkan 90 anak dengan foto terlama diambil tahun 2008.

Namun rupanya penyelidikan FBI kalah cepat dengan tindakan nekat Vahey yang menghabisi nyawanya. Ketika bunuh diri pada Maret lalu, Vahey diketahui telah menikah dan memiliki dua anak yang sudah dewasa. FBI menyebut, Vahey memiliki rumah di London, Inggris dan juga di Hilton Head Island, South Carolina, AS.

Vahey pernah mengajar ilmu sosial di Jakarta International School (JIS) selama 10 tahun, tepatnya 1992-2002.

 Korban Kekerasan Seksual TK JIS Bertambah

Sementara itu, korban pelecehan seksual yang terjadi di TK Jakarta International School (JIS) bertambah. Satu lagi korban yang mengaku mendapat perlakuan itu sudah melapor ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

"Dengan tegas kami mengatakan, iya ada korban baru," kata Sekretaris KPAI, Erlinda di kantornya, Jl Teuku Umar, Jakarta Pusat, Rabu (23/4).

Yang miris, korban kali ini merupakan teman dari korban yang sebelumnya juga sudah melapor. Bahkan si anak ini mengalami pelecehan lebih dari dua kali.

"Katanya more, jadi lebih dari dua kali," lanjut Erlinda.

Sang Ibu merupakan warga negara Indonesia keturunan. Sedangkan Ayah berasal dari daratan Eropa.

Menurut Erlinda, bocah ini sudah dua kali masuk rumah sakit dengan panas tinggi. Dan hingga saat ini, bocah tersebut juga terus trauma jika pergi ke WC.
"Gejalanya aneh, sakit perut sekali, dokter bingung karena bukan usus buntu," tandasnya. (detikcom/d)


Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru
‎Cuan Manis Bisnis Daster

‎Cuan Manis Bisnis Daster

Medan(harianSIB.com)Tren pakaian rumahan terus berkembang seiring perubahan gaya hidup masyarakat yang semakin pintar memadu padankan pak