Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 05 Juli 2026

Tanam 237 Ribu Pohon Dalam Waktu 1 Jam, Indonesia Pecahkan Rekor Dunia

* Jokowi akan Terapkan Program Hutan Rakyat di Seluruh Provinsi
- Selasa, 29 November 2016 17:20 WIB
310 view
Tanam 237 Ribu Pohon Dalam Waktu 1 Jam, Indonesia Pecahkan Rekor Dunia
SIB/Ant/Aguk Sudarmojo
SIRAM POHON: Presiden Joko Widodo menyiram pohon dalam acara peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia di Desa Tasikharjo, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Senin (28/11). Acara menanam pohon dalam waktu satu jam yang diselenggarakan Koperasi Pro
Tuban (SIB)- Indonesia mencatat rekor dunia yakni menanam pohon secara serentak dengan jumlah sebanyak 237 ribu pohon. Hasil ini mengalahkan rekor sebelumnya yang dipegang oleh Filipina dengan jumlah 223 ribu pohon.

Waktu penanaman pohon tersebut dilakukan dalam waktu satu jam. Piagam rekor dunia 'Guinness Book World of Record' itu diberikan pada Koperasi Produsen Anugerah Bumi Hijau (Koperabuh) sebagai penggagas penanaman 238 ribu pohon di Hutan Rakyat dalam rangka peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) dan Hari Menanam Nasional di Desa Tasikharjo, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Senin (28/11).

"Setelah mendapat laporan penghitungan, selamat kepada kalian dengan memecahkan rekor menanam pohon sebanyak 237 ribu dalam 60 menit," kata Official Adjudicator Guinness Book World of Record Mr Shiman yang disambut tepuk tangan Presiden Joko Widodo dan undangan lainnya.

Ratusan ribu pohon itu ditanam di lahan seluas 23 hektar. Ketua Koprabuh Yohanis mengaku senang dengan penghargaan tersebut.

"Ini akan menjadi motivasi tersendiri bagi kami untuk menjadikan hutan rakyat sebagai kekuatan ekonomi masyarakat," kata Yohanis.

Program Hutan Rakyat
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak seluruh masyarakat untuk menanam pohon demi generasi selanjutnya. Menurut Presiden, dengan cara menanam akan menghindari dari bencana seperti banjir.

"Harus kita ingat urusan pelestarian alam bukanlah masalah kecil karena menyangkut anak cucu dan cicit kita. Saat kita menanam pohon kita sedang menanam doa, menanam harapan, menanam kerja kita semuanya untuk keberlanjutan hidup generasi yang akan datang," kata Jokowi dalam sambutannya.

Presiden Jokowi juga mencontohkan bencana banjir di Garut dan Bandung yang diakibatkan sudah beralih fungsinya hutan di bagian hulu.

"Dan kita semua sudah melihat semua, apa akibatnya jika tidak merawat alam, main asal tebang pohon akhirnya bencana seperti banjir dan menyusahkan kita, menyusahkan rakyat. Misalnya di Bandung, Garut kenapa bisa terjadi karena di bagian hulu di atas, di gunung, di bukit, di Papandayan sudah beralih fungsi dari hutan menjadi pertanian, dari hutan menjadi pemukiman, dari hutan menjadi tambang, dari hutan menjadi industri," ujarnya.

Jokowi sendiri mengaku sangat senang model Hutan Rakyat yang merupakan salah satu program Kehutanan Sosial dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Dengan adanya campur tangan koperasi akan menyejahterakan dan memberi manfaat bagi rakyat. "Inilah model yang terus kita cari jangan sampai kita sering berbicara 1 miliar pohon, menanam 1 juta pohon sudahlah tidak usah ngomong yang tinggi seperti itu

"Kalau 238 ribu dipelihara bisa hidup semuanya ya sudah itulah yang kita inginkan, tidak usah juta juta juatan miliaran tapi yang hidup hanya 2 untuk apa," ungkap Jokowi yang disambut tawa sambil tepuk tangan dari para undangan.

Di sela-sela sambutan, Jokowi sempat bercanda dengan meminta ditemani para penari.

"Tadi pak gubernur waktu memberikan sambutan sendiri, bu menteri sendiri, saya minta ditemani penari saja sini, masa ngomong sendiri saja biar di samping kanan kiri ada. Kalau seperti ini kelihatan ganteng saya, maaf bu Jokowi," kata Jokowi.

Ia juga menilai program Hutan Rakyat yang diterapkan di HMPI yang akan memecahkan rekor dunia tetap dipantau agar bisa diterapkan di kabupaten maupun provinsi lain.

"Model seperti ini akan saya ikuti akan saya cek dan kita harapkan menjadi model yang baik untuk dikembangkan provinsi lain. Karena dengan cara itulah kita akan mendapat manfaat ekonomi yang jelas dan yakin kalau itu bisa dilakukan pergerakan ekonomi kita akan menjadi semakin baik," pungkas Jokowi. (detikcom/d)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru