Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 04 Agustus 2026

Resmikan Rakernas, KSAD Ajak Purnawirawan Berperan Aktif

- Kamis, 23 Maret 2017 20:15 WIB
292 view
Jakarta (SIB) -Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Mulyono meresmikan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Persatuan Purnawirawan Angkatan Darat (PPAD), Rabu (22/3). Dalam kesempatan itu, Mulyono juga mengucapkan selamat atas musyawarah nasional (Munas) pengurus baru PPAD pada 2016 silam.

Rakernas itu mengangkat tema 'Melalui Rakernas PPAD Tahun 2017 Kita Mantapkan Pelaksanaan Program Kerja PPAD Dalam Rangka Mempertahankan Tetap Tegaknya NKRI yang Berdasarkan Pancasila dan UUD 1945'. Mulyono mengatakan dengan tema seperti ini, ia berharap PPAD dapat berperan aktif dalam mengawal Pancasila dan UUD 1945.

"Saya berbangga PPAD mengembankan ini sejalan dengan kondisi bangsa Indonesia saat ini, bangsa kita masih mendapat gangguan dari pihak-pihak tertentu, serta menguji ketahanan, kita semua yakin dengan kepedulian dan kepekaan PPAD terus akan berkontribusi mengawal kehidupan bangsa," kata Mulyono.

Mulyono berharap PPAD mampu menghasilkan program kerja yang mengedepankan nilai juang dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Ia juga mengatakan semoga pada Rakernas ini PPAD dapat berperan aktif mendukung program TNI AD.

"TNI AD juga terbuka terhadap segala masukan terkait pembangunan dan gelar pengetahuan, kita ingatkan suara purnawirawan adalah suara TNI AD, dan suara TNI AD adalah suara purnawirawan," ucapnya.

Mulyono juga mengingatkan purnawirawan yang mengikuti partai politik agar keikutsertaan tersebut tidak membawa dampak pada organisasi PPAD.

Sedangkan, Menteri Pertahanan RI (Menhan) Ryamizard Ryacudu mengajak para purnawirawan TNI Angkatan Darat (AD) untuk menjaga pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Harapan kita suasana damai seperti ini dalam menjalani kehidupan sehari-hari terutama dalam kita mengabdikan diri pada bangsa dan negara yang kita cintai, saya sangat berbahagia, saya merasa bangga. Kita buktikan bahwa Pancasila adalah harga mati," kata Ryamizard.

Ryamizard mengatakan landasan Pancasila tidak boleh berubah. Hal ini harus dijadikan sebagai acuan dan landasan utama dalam bersikap dan berfikir.

"Oleh karena itu menjaga keutuhan bangsa Pancasila dan UUD 45 diperlukan, pelaksanaan objektif Pancasila terbuka terhadap perkembangan yang terjadi dan sesuai dengan idealisme yang sekarang dijalani," ujarnya. (detikcom/l)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru