Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 30 April 2026

YPDT Minta Pemerintah Melanjutkan Upaya Evakuasi Korban KM Sinar Bangun

- Jumat, 06 Juli 2018 19:37 WIB
245 view
YPDT Minta Pemerintah Melanjutkan Upaya Evakuasi Korban KM Sinar Bangun
Jakarta (SIB) -Yayasan Pencinta Danau Toba (YPDT) meminta pemerintah melanjutkan upaya evakuasi   korban KM Sinar Bangun yang tenggelam di perairan Danau Toba, Senin lalu (18/6).

Sebab,  manusia yang menjadi korban memiliki martabat yang sama dengan kita sebagai manusia ciptaan Tuhan yang termulia.

Ketua Umum YPDT Drs Maruap Siahaan, MBA mengemukakan hal itu kepada wartawan didampingi Sekretaris Eksekutif Johannes Marbun seusai memimpin rapat,  Selasa (3/7) di Jakarta.  

Menurutnya, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang kita cintai ini harus hadir bersama-sama dengan keluarga korban memberikan dukungan moral dan pertolongan semaksimal mungkin menemukan para korban tragedi di Danau Toba.  

Kehadiran negara tentu diwakilkan pemerintah pusat karena tragedi ini sudah menjadi tragedi nasional.  Jika pemerintahan setempat (lokal) tidak mampu melakukannya, maka tanggung jawab itu harus dilakukan pemerintah pusat. Jika pemerintah pusat pun tidak mampu mengatasinya, sebaiknya   berkoordinasi dan melibatkan lembaga-lembaga internasional.

 " Apabila  berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah pusat termasuk sudah melibatkan masyarakat internasional, maka inilah yang disebut keterbatasan manusia. Manusia memiliki kemampuan yang sangat terbatas, sehingga bisa disebut tragedi kita bersama" kata Maruap sembari menyebutkan bahwa musibah ini bukanlah  nasib yang harus diratapi, tetapi perlu diatasi.  

Dia yakin, Tuhan selalu hadir  di tengah-tengah kehidupan manusia karena manusia diciptakan seturut citra-Nya (Imago Dei), sehingga Tuhan selalu berpihak kepada mereka yang lemah dan menjadi korban.

Ketika keluarga korban berseru kepada Tuhan, kata Maruap,  maka itu dialamatkan kepada pemerintah yang harus menjawabnya, bukan berpasrah saja dan mengatakan sudah kehendak-Nya.

Tuhan tidak pernah berkehendak atau merancang kecelakaan kepada manusia. Rancangan Tuhan adalah rancangan damai sejahtera sebagaimana DIA menyatakan-Nya dalam kitab suci. 

Tuhan menyatakan kehendakNya melalui manusia agar melakukan upaya dan menggunakan teknologi dan ilmu pengetahuan secara maksimal. Jadi keluarga korban yang berseru kepada Tuhan itu harus dijawab pemerintah pusat. 

Menurut Maruap,  pemerintah sepertinya tidak memberi pilihan kepada rakyat, dalam kasus ini keluarga korban.  Sebab, pernyataan pemerintah pusat hendak menghentikan pencarian jasad korban sangat disayangkan berbagai pihak, terutama pihak keluarga korban.

"Pemerintah seharusnya bertanya secara mendalam apa yang dikehendaki dan diharapkan keluarga korban. Pemerintah pusat juga harus terbuka dan menyatakan keberpihakannya kepada keluarga korban yang belum mengetahui kepastian dan kejelasan upaya pemeritah pusat mengatasi tragedi ini," ujar Maruap. 

Dari masukan yang diterima  pengurus YPDT, Selasa (3/7)   menyampaikan, mereka masih kuat pengharapannya agar jasad korban dapat ditemukan meskipun dalam keadaan tidak utuh.   

Keluarga korban mengharapkan dukungan pemerintah pusat agar tetap melanjutkan evakuasi jasad korban yang telah ditemukan keberadaannya dengan berupaya semaksimal mungkin. Setelah jasad-jasad tersebut ditemukan, mereka sebagai korban meninggal pun perlu dimakamkan secara layak. 

Ketum YPDT  meyakini, akan ada keajaiban dan mujizat Tuhan di muka bumi melalui mata, akal budi, dan upaya manusia yang tertinggi dengan melibatkan ilmu pengetahuan yang setinggi-tingginya untuk mengatasi permasalahan manusia.    

Sebelumnya, YPDT telah  membentuk tim litigasi dan non-litigasi untuk mengembalikan keadaan Danau Toba yang tercemar kembali menjadi Tao Toba na uli, aek na tio (Danau Toba yang indah, air yang jernih).

Dikatakan, masyarakat kita sudah capek dan marah selama 30 tahun melihat Danau Toba dirusak oleh mereka yang tidak mengindahkan lingkungan hidup dan mengabaikan kehidupan masyarakat Batak di kawasan Danau Toba (KDT).

Makanya, kita akan terus memperjuangkan kawasan   dan Danau Toba dengan cara  melakukan kajian dan menganalisa data kondisi terkini Danau Toba secara teknis (baik airnya, endapannya, maupun limbah buangan yang mencemarinya), mengecek dan menguji seluruh peraturan perundang-undangan baik di tingkat nasional maupun daerah. (J01/l)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru