Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 29 Juli 2026

Trayek Feeder Tol Laut Kendari Mulai Beroperasi

- Jumat, 19 Oktober 2018 22:22 WIB
473 view
Trayek Feeder Tol Laut Kendari Mulai Beroperasi
SIB/Antara/Kornelis Kaha
Ilustrasi kapal yang termasuk program tol laut
Jakarta (SIB) -Trayek penghubung (feeder) tol laut dengan pangkalan di Kendari, Sulawesi Tenggara, mulai beroperasi dengan mengangkut bahan pokok ke pelosok-pelosok di tiga provinsi sekitarnya.

Feeder dengan rute Kendari-Lameruru-Bungku-Kolondale-Taliabo-Kendari (T-18) itu beroperasi mulai 5 Oktober setelah KM Kendhaga Nusantara 15 tiba di Pelabuhan Kendari dari galangan kapal PT Dumas Tanjung Perak Shipyard di Surabaya pekan lalu.

Kapal berkapasitas muat kontainer 100 TEUs dengan operator PT Djakarta Lloyd (Persero) itu diharapkan dapat menjadi hub bagi trayek T-6 (Tanjung Perak-Tidore-Morotai-Tanjung Perak) yang dioperasikan PT Pelni (Persero).

Meskipun demikian, Kasi Tramper dan Pelayaran Rakyat Subdit Lalu Lintas dan Angkutan Laut Dalam Negeri Ditjen Perhubungan Laut Kemenhub Hasan Sadili mengatakan tingkat keterisian kapal sudah optimal dari pelabuhan pangkalan.

"Jadi, tanpa menunggu kapal dari Surabaya, muatan berangkat sudah banyak," ujarnya Senin (15/10).

Hanya, pengangkutan muatan balik masih terkendala alat bongkar muat yang belum memadai di pelabuhan tujuan. Padahal, volume kelapa untuk diangkut dari daerah-daerah yang disinggahi feeder trayek ini cukup banyak.

"Saat ini dibahas siapa yang akan berinvestasi forklift, apakah pemda atau pengusaha setempat," kata Hasan.

T-18 merupakan satu di antara tiga trayek feeder yang dibuka Kemenhub di koridor Sulawesi menjelang pengujung tahun ini. Dua trayek lainnya, yakni T-16 (Makassar-Selayar-Jampea-Sikeli-Raha-Ereke-Pasarwajo-Makassar) dan T-17 (Bitung-Tilamuta-Parigi-Poso-Ampana-Bunta-Pagimana-Bitung) belum beroperasi.

Menggunakan KM Kendhaga Nusantara 4, T-16 akan menjadi hub bagi trayek T-5 (Tanjung Perak-Makassar-Tobelo-Tanjung Perak). Adapun T-17 akan menjadi hub trayek T-4 (Tanjung Perak-Makassar-Tahuna-Tanjung Perak) dengan menggunakan KM Kendhaga Nusantara 13. Kedua feeder juga dioperasikan oleh PT Djakarta Lloyd.

Pasok Kebutuhan Pangan
Sementara itu KM Kendhaga Nusantara 15 segera memasok bahan pokok dari Kendari ke Morowali dan pulau-pulau kecil di sekitarnya seiring dengan pengoperasian trayek penghubung (feeder) tol laut di Sulawesi.

Nurhaeda, Tim Marketing National Support Kalla Logistic, sayap bisnis Kalla Group yang membantu menghimpun kargo kapal tol laut di Sulawesi, mengatakan pemuatan barang antara lain bahan pangan dan material bangunan, ke kapal sedang dilakukan. 

"Begitu penuh, kapal jalan. Total berapa banyaknya saat ini, masih kami hitung," katanya saat dihubungi, Senin (15/10).

Kapal dengan trayek Kendari-Lameruru-Bungku-Kolondale-Taliabo-Kendari (T-18) itu akan menyuplai berbagai bahan pangan ke Morowali yang saat ini permintaannya sangat tinggi karena banyaknya pekerja proyek beberapa pabrik baja. 

Menurut Nurhaeda, keberadaan kapal tol laut sangat bermanfaat karena dalam perjalanan sehari Kendari-Morowali mampu mengangkut bahan pokok sebanyak 100 TEUs. Itu lebih efisien jika dibandingkan dengan menggunakan truk yang hanya mampu mengangkut satu kontainer 20 feet selama 8-10 jam perjalanan darat.

Bersama Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut Kementerian Perhubungan dan PT Djakarta Lloyd, Kalla Logistic telah menyosialisasikan trayek baru ini kepada Gubernur Sulawesi Tenggara Ali Mazi, bupati-bupati di Sultra, dan para pengusaha setempat. 

"Pengusaha lokal masih kami beri kesempatan untuk memuat barangnya [ke KM Kendhaga Nusantara 15]," tutur Nurhaeda.  (Bisnis.com/l)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru