Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 13 Oktober 2026

Tabuh Tifa, Presiden Buka Pesparani Katolik di Ambon

- Senin, 29 Oktober 2018 14:36 WIB
820 view
Tabuh Tifa, Presiden Buka Pesparani Katolik di Ambon
SIB/dok
NAIK BAHTERA: Menteri ESDM Ignatius Jonan menyapa publik yang memenuhi Lapangan Merdeka Ambon, Sabtu (27/10) usai membuka Pesparani Katolik Nasional 2018. Menaiki bahtera yang mengitari lapangan, Menteri didampingi Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin, G
Ambon (SIB)- Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan membuka Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik Nasional 2018 di Lapangan Merdeka Ambon, Sabtu (27/10). Pembukaan dengan menabuh tifa oleh Menteri ESDM atas nama Presiden didampingi Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin, Gubernur Maluku Said Assagaff, Ketua Konferensi Waligereja Indonesia Mgr Ignatius Suharyo OFMCap dan Ketua Panitia Pesparani Katolik Zeth Sahubura. Di barisan tetamu terlihat Plt Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara Drs HT Darmansah MA yang berdampingan dengan Bimas Katolik Kemenagsu Yulia Sinurat.

 Presiden mengatakan, kegaitan dapat menjadikan ajang tersebut sebagai upaya untuk meningkatkan rasa keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. "Semoga kegiatan ini dapat meningkatkan pelayanan kita kepada Tuhan," katanya.

Presiden berpesan kepada para peserta yang datang dari seluruh provinsi agar dapat terus menjaga persatuan dan kesatuan bangsa demi terwujudnya keharmonisasian antarumat beragama di Indonesia. "Pesan pertama dari Pak Presiden, kebhinnekaan adalah kekayaan besar yang dimiliki bangsa ini. 

Kebhinnekaan yang dibentuk oleh tokoh-tokoh pendiri bangsa dari Sabang sampai Merauke harus dapat dipertahankan," ungkap mantan Menhub tersebut. 

Presiden juga mengingatkan agar seluruh anak bangsa dapat melestarikan dan merawat kebhinnekaan, kerukunan dan persaudaraan antarsesama anak bangsa, sebab tanpa kerukunan dan persatuan maka Indonesia tidak akan maju. "Pesan kedua, kita perlu menjaga dan melestarikan kebhinnekaan ini dengan persatuan, kerukunan dan persaudaraan. Karena Indonesia merupakan negara yang sangat besar, tanpa persatuan dan tanpa kerukunan, maka membangun Indonesia akan kerukunan dan persatuan tidak mungkin. Oleh karena itu, kita semua berharap agar tetap menjaga persatuan dan kerukunan dan persaudaraan di dalam kebhinnekaan," ungkap Jonan. 

Pembukaan Pesparani Katolik Nasional 2018 diikuti lebih kurang 12.000 orang yang di dalamnya ada sekira 4.000 peserta.  Sebelum dibuka, peserta dari 34 provinsi mengikuti defile dengan mengenakan pakaian adat dari daerahnya masing-masing, mulai Aceh hingga Papua.

Mendahului rangkaian tersebut, diadakan Misa Ekaristi yang dipimpin Mgr Ignatius Suharyo OFMCap. Kegiatan dihadiri Ignatius Jonan, 37 uskup agung dan uskup dari seluruh Indoensia, sejumlah kepala daerah.

Dalam renungannya, Mgr Ignatius Suharyo OFMCap mengatakan semua yang ada di lapangan bersatu dalam Ekaristi. Ekaristi baginya merupakan tanda syukur atas anugerah Tuhan. "Datang dari 37 keuskupan (34 propinsi) kita datang dari tempat yang berbeda-beda. Tapi kita semua bersatu di sini," katanya.

Ia mengatakan para pendahulu telah menanamkan rasa cinta tanah air. Ia menyorot peranan keuskupan Amboina dengan lintas agama. "Pertama-tama membangun persaudaraan sejati, Apalagi mensyukuri hal itu," ujar Mgr dan meminta semua menyukuri karya agung Tuhan bagi bangsa Indonesia. Bukan kebetulan  ulang tahun ke-90 Sumpah Pemuda.

Ketua Panitia Zeth Sahuburua melaporkan kegiatan berlangsung hingga 2 November. Ia  mengapresiasi penyelenggaraan Pesparani Katolik Nasional di Ambon. Pria yang menjabat Wagub Maluku itu mengaku, seluruh perlengkapan terutama sound sistem dan lighting untuk pembukaan Pesparani merupakan alat yang dipakai saat pembukaan Asian Games di Gelora Bung Karno Jakarta. (T/R10/f)



SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru