Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 12 September 2026

MK Restui Politik Dinasti, PDIP Calonkan Istri Petahana di Pilkada Malang

- Rabu, 22 Juli 2015 15:57 WIB
390 view
MK Restui Politik Dinasti, PDIP Calonkan Istri Petahana di Pilkada Malang
Jakarta (SIB)- Putusan Mahkamah Konstitusi yang mencabut larangan keluarga petahana ikut Pilkada dimanfaatkan oleh PDIP. Partai pimpinan Megawati Soekarnoputri ini mengusung anggota keluarga petahana, salah satunya di Pilkada Malang.

"Di Kabupaten Malang, proses persiapan sudah dilakukan, tapi mayoritas ke kepemimpinan di legislatif. Secara khusus kami seleksi, ada 1 yang punya hubungan kekeluargaan yaitu istri dari Wali Kota Batu," kata Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto di sela-sela Sekolah Calon Kepala Daerah di Wisma Kinasih, Depok, Selasa (21/7).

Calon yang diusung PDIP di Pilkada Malang adalah Dewanti Rumpoko yang merupakan istri Wali Kota Batu Eddy Rumpoko. Menurut Hasto, pencalonan Dewanti saat ini sedang difinalisasi.

"Finalisasi, belum ambil keputusan. Bagi kami, hak dan kewajiban konstitusional harus kami tunaikan sebaik-baiknya. Dia disiapkan khusus meski punya hubungan kekerabatan dengan suaminya yang wali kota Batu," ucapnya.

Hasto Kristiyanto mengatakan bahwa pengusungan Dewanti Rumpoko bukan didasarkan politik kekerabatan. Hasto menegaskan bahwa PDIP tetap mementingkan kualitas calon tersebut.

Pendidikan politik diberikan, salah satunya juga lewat sekolah calon kepala daerah yang saat ini dilakukan.  "Yang dilakukan PDIP adalah pendidikan politik. Mereka dipilih bukan kekerabatan tapi kepemimpinannya, aspek kepribadiannya yang layak jadi kepala daerah," kata Hasto.

Selain terkait keluarga petahana, putusan MK juga mewajibkan anggota legislatif yang akan mencalonkan diri sebagai kepala daerah untuk mundur.

Hasto menuturkan bahwa sudah ada satu anggota DPR yang mundur untuk maju di Pilkada. Dia adalah Willy M Yoseph yang akan maju di Kalimantan Tengah."Dia menyatakan siap untuk mundur. Surveinya baru diselesaikan," ujarnya.

Tidak Usung Calon
Dari 269 Pilkada yang akan dilaksanakan serentak pada 9 Desember 2015, ada 3 daerah di mana PDIP tidak mengusung calon. PDIP memilih mendukung calon yang diajukan oleh partai politik lain.

"Dari 269, kami masih menyisakan 24 daerah yang belum kami rekomendasikan. Dan ada 3 daerah yang kami jadi partai pendukung, di Sumatera Barat karena tidak punya kursi," kata Hasto Kristiyanto.

Pemberian rekomendasi PDIP ke calon kepala daerah akan dilakukan paling lambat  Rabu (22/7).  Pendaftaran calon Pilkada sendiri akan dilakukan pada 26-28 Juli 2015 mendatang.

Terkait koalisi, Hasto menyebut bahwa PDIP berkoalisi dengan sejumlah partai politik. Beberapa parpol KMP bahkan mendukung calon dari partai berlambang banteng moncong putih itu.

"Ada dengan Golkar, Demokrat, Nasdem, PPP dan PKB. Gerindra, di beberapa daerah mereka beri dukungan ke calon dari PDIP. Kita lihat konfigurasi calon," ujarnya.

DPP PDIP memiliki tim kecil beranggotakan lima orang yang bertugas menyeleksi usulan-usulan nama dari daerah untuk mendapatkan rekomendasi. Anggota Tim 5 itu adalah Utut Adianto, Bambang DH, Komarudin Watubun, Djarot Saiful Hidayat, dan Idham Samawi.

"Tim kecil ini yang melakukan penyaringan," ucap Hasto. (detikcom/ r)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru