Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 12 September 2026

Erupsi Gunung Raung, Bandara Jember dan Banyuwangi Kembali Ditutup

- Rabu, 22 Juli 2015 16:04 WIB
254 view
Erupsi Gunung Raung, Bandara Jember dan Banyuwangi Kembali Ditutup
Jakarta (SIB)- Dampak abu vulkanik Gunung Raung di Jawa Timur berdampak kembali terhadap operasional Bandara Blimbingsari Banyuwangi dan Bandara Notohadinegoro Jember. Dua bandara ini ditutup mulai malam ini pukul 21.00 WIB.

"Dua bandara ini kembali ditutupĀ  mulai 21.00 WIB, sampai ada pemberitahuan lebih lanjut karena sebaran abu vulkanik," kata Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan, JA Barata dalam pesan singkatnya, Selasa (21/7).

Barata menambahkan penutupan dua bandara ini menyesuaikan Notice to Airmen (Notam) C 0602/15 (Bandara Notohadinegoro) dan C 0604/15 (Bandara Blimbingsari).

"Bandara lainnya tetap beroperasi dengan pengaturan airways untuk bandara Juanda dan Ternate," ujarnya.

Adapun Bandara Trunojoyo Sumenep akan kembali dibuka mulai Rabu (22/7), pukul 06.00 WIB. Notam untuk pembukaan bandara ini C 0603/15.

3 Kilometer Ke Barat Laut

Semburan abu vulkanik akibat letusan Gunung Raung semakin membumbung tinggi di atas permukaan bibir kaldera. Dari Pos Pengamatan Gunungapi (PPGA) Raung di Desa Sumberarum, Songgon, Banyuwangi, asap kelabu tebal dengan tekanan sedang sampai tinggi bergerak menyebar ke arah barat laut dengan ketinggian mencapai 3 kilometer. Gempa tremor dominan yang tercatat yaitu 29 milimeter (mm).

"Tipe strombolian memang seperti ini, abu vulkanik akan terus menerus keluar. Sejak tahun 1500an tipe letusannya selalu begini ciri khasnya, ini pengulangan saja," ujar Hendra Gunawan, Kasubbid Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api Wilayah Barat PVMBG.

Sementara data pengamatan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Banyuwangi melaporkan jika sebaran abu raung kini juga menyebar di ketinggian 17 ribu feet atau 5 ribu meter di atas permukaan. Abu vulkanik tersebut terbawa ke arah barat laut dengan kekuatan 10 knot.

"Hasil pengamatan abu pekat menyebar di ketinggian 17 ribu feet menyebar hingga ke Pulau Madura," pungkas Prakirawan BMKG, Yustoto Windiarto. (detikcom/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru