Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 12 September 2026

578 Ribu Kepala Keluarga di Indonesia Kekurangan Air Bersih

- Senin, 03 Agustus 2015 14:57 WIB
203 view
 578 Ribu Kepala Keluarga di Indonesia Kekurangan Air Bersih
Grobogan (SIB)- Sebanyak 578.589 kepala keluarga di Indonesia mengalami dampak kekeringan yaitu kekurangan air bersih. Jumlah terbesar dialami di Nusa Tenggara Barat (NTB) sejumlah 283.333 kepala keluarga.

Dirjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR Mudjiadi mengatakan kekeringan yang berkaitan dengan kebutuhan air bersih terjadi di beberapa wilayah selain NTB antara lain di Jawa Tengah yang berpengaruh pada 140.718 kepala keluarga, Jawa Timur 141.122 kepala keluarga, dan Yogyakarta 5.423 kepala keluarga.

"Kekeringan dalam perspektif PU ada yang berkaitan dengan pertanian dan non pertanian atau kebutuhan air bersih. Dari data kami tercatat yang kena dampak ada 578.589 kepala keluarga," kata Mudjiadi di Grobogan, Minggu (2/8).

Pemerintah pusat maupun daerah sudah berusaha memberikan bantuan berupa droping air untuk memenuhi kebutuhan air bersih sebagai upaya jangka pendek. Sedangkan jangka panjangnya adalah membangun embung.

"Jangka panjangnya upaya pembuatan embung. Provinsi Jateng akan membuat 1.000 embung, Kementerian PU diminta membantu 500. Kalau Pemda bisa sediakan tanah dan pembebasan lahan cepat, kita akan langsung anggarkan," terangnya.

Sementara itu dari hasil pantauan kementerian PU terhadap 147 waduk di Indonesia, terdapat waduk dengan kondisi air normal, 69 waduk devisit, dan 44 waduk kering. Sedangkan dari 16 waduk besar di Indonesia dengan volume di atas 100 juta kubik, 9 diantaranya normal, 5 defisit, dan 2 waduk kering.

"Data kami, dampak kekeringan yang terjadi dari sawah yang sumber irigasinya dari waduk yaitu 3.296 hektar dan yang irigasinya dari sungai seluas 158.293 hektar, sedangkan sawah tadah hujan kami belum ada data," tandasnya. (detikcom/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru