Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 12 September 2026

Kampung Pulo Bakal Diubah Jadi Kawasan Wisata Air, Seperti Apa?

*Ahok Ingin Ciliwung Kembali Bersih
- Senin, 24 Agustus 2015 15:16 WIB
395 view
Kampung Pulo Bakal Diubah Jadi Kawasan Wisata Air, Seperti Apa?
Jakarta (SIB)- Cerita Kampung Pulo yang menjadi langganan banjir tak lama lagi tinggal kenangan. Nantinya Kali Ciliwung akan dilebarkan dan diperdalam sehingga banjir bisa ditampung. Tak hanya itu, kawasan Kampung Pulo juga jadi tempat wisata air.

"Kalau nanti kali sudah bagus, bisa jadi wisata air. Menurut kontraktornya, Desember sudah selesai," ujar Kasapol PP DKI Jakarta Kukuh Hadi di Kampung Pulo, Minggu (23/8).

Pemprov DKI juga akan membangun jalan inspeksi di pinggir kali. Jalan-jalan tersebut akan ditanami  pohon-pohon untuk memperindah.

"Sore nanti pihak PU sudah masuk kerjakan proyek ini. Sudah ada kontraktornya, bahan sudah siap. Langsung dikerjakan. Ini dikerjakan, kemudian (sungai) diperlebar," jelasnya.

"Pinggir kali kita buat jalan inspeksi. Selain mengurai banjir, orang juga bisa lewat sini. Akan ditanami pohon, dan jadi indah," tambahnya.

Kali Ciliwung memiliki panjang 120 km. Beberapa bagiannya menyempit, bahkan di Kampung Pulo yang dihuni 3 generasi lebarnya hanya sekitar 1,5 meter. Sebagian Ciliwung saat ini telah dibebaskan dari hunian sehingga bisa diperlebar dan diperdalam.

Tinggal Merapikan

Proses perataan 500 bidang bangunan di RW 1,2,3 di Kampung Pulo, Kelurahan Kampung Melayu, Kecamatan Jatinegara,Jakarta Timur, telah berakhir. Sekarang kesibukan yang mencolok adalah membersihkan puing-puing.

"Hari ini penggusuran sudah tidak ada, hanya perapian saja. Warga sekarang membersihkan rumahnya, lalu pihak kita membersihkan puing-puing," kata Kasatpol PP DKI, Kukuh Hadi.

Kukuh menjelaskan, untuk pembersihan akan dilakukan oleh petugas Dinas Kebersihan DKI Jakarta. Kemudian, untuk hari ini pihak Satpol PP menerjunkan 1 backhoe di air dan 4 backhoe di darat, serta beberapa truk pengangkut puing-puing.

"Ini berlangsung terus oleh Dinas Kebersihan. Sore nanti pihak PU sudah masuk kerjakan proyek ini," jelasnya.

Makam Habib di Kp Pulo/Aditya Kukuh menegaskan pihaknya tidak menyentuh musala dan makan habib di Kampung Pulo karena akan dibicarakan terlebih dahulu dengan sesepuh di Kampung Pulo.

"Kita bicarakan apa mau dipindah atau dirapikan, kita bicara dengan sesepuh atau ulama di sini," terangnya.

Impian Ahok yang Ingin Ciliwung Kembali Bersih


Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok punya cerita soal daerah yang dekat dengan Kali Ciliwung. Ahok membandingkan kondisi dulu dengan sekarang yang sangat berbeda dalam pemeliharaan Kali Ciliwung.

"Saya sudah selesai membaca buku, ekspedisi Ciliwung yang dilakukan oleh harian Kompas. Saya sebelum masuk ke sini, sempat jadi Wagub, kita sudah pelajari. Ternyata ketika sudah kita pelajari Ciliwung yang lama itu, orang-orang Betawi itu, menikmati sekali sungai Ciliwung," kata Ahok dalam sambutan acara Lebaran Betawi di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Minggu (23/8).

Dia menyebut bila Kali Ciliwung di era dulu itu memiliki tepian yang rindang karena memiliki pohon-pohon. Berbeda dengan kondisi Kali Ciliwung di era sekarang.
"Itu penuh pohon-pohon, rindang. Orang Betawi itu mau nguburin orang tidak ada yang di bawah sungai. Karena kalau pasang, pasti kelelep. Maka selalu taruh di atas. Ini khas Ciliwung kita sebetulnya," sebut eks Anggota Komisi II DPR itu.

Menurutnya, yang menjadi perbedaan Ciliwung saat ini karena ada permainan dari oknum-oknum. Ia ingin semestinya pihak RT atau RW bisa menjadi contoh acuan yang baik.

"Tapi, kenapa Ciliwung hari ini menjadi begitu banyak rumah. Yang terjadi adalah ada oknum-oknum, RT/RW, oknum pejabat menjual kapling-kapling kepada pendatang.

Kondisi kenakalan oknum ini yang kemudian dimanfaatkan masyarakat pendatang.

"Lalu pendatang inilah yang menebang pohon, menduduki sungai. Lalu pendatang ini begitu cerdas masang jebakan-jebakan untuk nampung sampah. Supaya apa? Pas kemarau sampahnya sudah banyak, itu dia urug sungai Ciliwung. Akhirnya sungai Ciliwung, reklamasi dan membuat sungai jadi sempit," tuturnya.

Dia menjelaskan masyarakat pendatang itu yang berbuat ulah sehingga Kali Ciliwung menjadi rusak. Ahok percaya masyarakat Betawi tak akan berbuat untuk merusak Ciliwung.

"Jadi yang tinggal di pinggir Ciliwung itu sebetulnya adalah pendatang bukan asli Betawi. Karena orang Betawi terkenal cerdas, tidak bodoh. Tidak mungkin orang Betawi menanam keluarga di pinggir sungai. Jadi itu yang terjadi. Itu kita ingin bersihkan," sebutnya.

Lanjutnya, Ahok menegaskan pihaknya sudah bekerjasama dengan Kodam Jaya dan Kopassus untuk pemeliharaan Ciliwung.

"Saya sudah kerja sama dengan kodam, Kopassus, kita bisa melihat Ciliwung di daerah dekat Depok, itu tidak kita pasang shit pay. Tidak ada betonisasi. Kita buat begitu alami persis jaman dulu. Jakarta harus dikembangkan ada ciri khas Betawi. Saya sedang berusaha mendorong Situ Babakan, ini kebanggaan orang Betawi," tuturnya.(dtc/c)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru