Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 12 September 2026

Indonesia Raih 1 Emas dan 2 Perunggu di Olimpiade Geografi Internasional

* 2 Anak Indonesia Juga Menangi Lomba Mengingat Tingkat Dunia
- Selasa, 25 Agustus 2015 13:27 WIB
326 view
Indonesia Raih 1 Emas dan 2 Perunggu di Olimpiade Geografi Internasional
Jakarta (SIB)- Lagi-lagi putra-putri terbaik Indonesia unjuk kepintaran di dunia internasional. Indonesia meraih 1 emas dan 2 perunggu di Olimpiade Geografi Internasional ke-12 (12th International Geograpgy Olympiad (iGeo) diselenggarakan di Tver Oblast dan Moskow Rusia.

Lewat keterangan pers dari kedutaan Indonesia di Rusia, Senin (24/8), olimpade ini digelar pada 11-17 Agustus 2015. iGeo terdiri dari tiga bagian yaitu tes tertulis, tes multimedia dan pengamatan lapangan yang membutuhkan substansial, yang mengarah ke representasi kartografi dan analisis geografis . Program ini juga mencakup presentasi poster tim, pertukaran budaya, dan waktu bagi siswa untuk mengenal sesama siswa mereka dan menjelajahi kota tuan rumah.

Dalam IGeo ke-12 ini diikuti ratusan peserta dari 41 negara.Emas diraih Andito Jeremia Adhyatma dari SMA 8 Jakarta, sedangkan perunggu diraih oleh Asri Hadiyanti Giastuti dari SMA 1 Bogor dan Melinda Gularso SMAK 7 Penabur.

"Keberhasilan ini tidak lepas dari bantuan dan dukungan semua pihak yakni Direktorat Pembinaan SMA Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah KEMDIKBUD; Fakultas Imu dan Teknologi Kebumian ITB, Fakultas Geografi UGM dan Badan Informasi Geospasial (BIG) dan juga Kedutaan Besar Republik Indonesia di Moskow. Secara khusus kami ucapkan banyak terima kasih kepada lembaga tersebut diatas yang telah banyak membantu dan memberikan support hingga adanya program ini," ujar pembimbing para siswa, Samsul Bahri.

Rencananya, ke depan Indonesia akan menjadi tuan rumah untuk Olimpiade Geografi Internasional (iGeo) 2017, yang akan diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan dukungan dari Badan Informasi Geospasial dan beberapa universitas diantaranya ITB, UGM, UPI dan UI.

 Lomba Mengingat
Indonesia juga berhasil menyabet penghargaan bergengsi pada lomba Asia Memory Championship dan 3rd Hongkong Open Memory Championship. Indonesia bersaing dengan belasan negara lainnya.

Pada keterangan pers yang diterima, Minggu (24/8), terdapat 100 orang dari 11 negara bertanding di dua ajang Internasional yang diadakan oleh Asia Memory Sports Council ini termasuk Indonesia. 8 Negara Asia seperti Hongkong, China, Jepang, Filipina, Mongolia, Indonesia, Malaysia, Korea Selatan, dan 3 Negara non Asia Swedia, Amerika, dan Jerman ikut andil dalam uji kemampuan daya ingat tingkat Internasional.

Ada 10 jenis pertandingan yang diperlombakan pada kompetisi ini yaitu :

1.15 menit mengingat wajah dan nama (Names & Faces)

2.15 menit mengingat urutan kata acak (Random Words)

3.30 menit mengingat urutan angka binary acak (Binary Numbers)

4.5 menit mengingat urutan angka acak (Speed Numbers)

5.15 menit mengingat urutan gambar abstrak acak (Abstract Images)

6.30 menit mengingat angka acak (Random Numbers)

7.30 menit mengingat urutan kartu remi yang telah dikocok (Random Cards)

8.5 menit mengingat tahun dan kejadian (Historic Future Dates)

9.  Mengingat angka acak yang diucapkan dalam interval 1 detik per 1 angka (Spoken Numbers), dan

10. Mengingat secepat-cepatnya 1 deck kartu remi (52 kartu) yang telahg dikocok (Speed Cards).

Tim Memory Sports Indonesia beranggotakan Yudi Lesmana (Ketua Tim dan peserta), Shafa Annisa ( 10 tahun, peserta dari Kaltim), Fakhri Shafly ( 14 tahun, peserta dari Jakarta), Aris Rinaldi (Arbiter Memory Sports Indonesia), dan Siti Jawariah (Official) berhasil membawa harum nama bangsa di kancah dunia.

"Tidak tanggung-tanggung, Shafa berhasil memecahkan rekor dunia kategori anak-anak dalam cabang "Names and Faces" dengan mengingat 88 wajah dan nama dalam waktu 15 menit. Selain Rekor dunia, Shafa juga berhasil meraih 1 Medali Emas di cabang Names & Faces dan 1 Medali Perak di Cabang Spoken Numbers pada Asia Memory Championship," ujar Ketua Asosiasi Memory Sports Indonesia Yudi Lesmana.

Yudi yang juga bertanding, juga berhasil mengamankan 1 Medali Emas di cabang Random Words Asia Memory Championship dan 1 Medali Perak di cabang Random Words 3rd Hongkong Open Memory Championship.

"Selain itu, Yudi juga berhasil mendapat gelar tambahan, Asia Memory Master (AMM), yang saat ini hanya ada 16 orang dari seluruh negara-negara di Asia disamping Gelar Grandmaster of Memory yang telah didapatkan pada World Memory Championship di tahun-tahun sebelumnya," terangnya.

"AMM diberikan atas pencapaian poin kompetisi lebih dari 4000 secara keseluruhan dan memenuhi 3 syarat utama yaitu mampu mengingat minimal 700 angka dan 364 kartu acak masing-masing dalam waktu 30 menit serta berhasil menyelesaikan nomor speed cards dalam waktu kurang dari 60 detik," sambungnya.

Walaupun dengan dana terbatas, Tim Memory Sports Indonesia tetap menunjukkan taringnya di mata dunia. Bukan hanya mengirim peserta, Asosiasi Memory Sports Indonesia mengirimkan arbiter memory sports, Aris Rinaldi, untuk ditraining secara Internasional di ajang ini.(Detikcom/k)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru