Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 21 Mei 2026

Ahli Transportasi se-ASEAN Kumpul di Yogya Bahas Angkutan Lintas Negara

- Kamis, 27 Agustus 2015 14:12 WIB
373 view
Ahli Transportasi se-ASEAN Kumpul di Yogya Bahas Angkutan Lintas Negara
Yogyakarta (SIB)- Kelompok ahli angkutan lintas perbatasan atau Expert Group Meeting on Cross Border Transport of Passanger (CBTP) tingkat ASEAN melakukan pertemuan di Yogyakarta. Beberapa hal terkait peraturan transportasi lintas negara-negara ASEAN dibahas di sini.

Terjadi perdebatan di antara para delegasi terkait aturan menaikkan penumpang di negara-negara transit.

"Perdebatan terjadi di Malaysia, Kamboja, Laos, negara-negara tengah yang menjadi lokasi transit," ujar Kepala delegasi dari Indonesia Ahmadi.

Hal ini disampaikan Ahmadi di sela-sela acara 6th Expert Group Meeting on Cross Border Transport of Passanger di Hotel Sheraton, Jalan Laksda Adisutjipto, Yogyakarta, Rabu (27/8). Selain negara-negara anggota ASEAN, hadir pula negara mitra seperti Jepang, Cina, India, dan negara-negara Uni Eropa.

Yang terjadi selama ini, kata Ahmadi, angkutan lintas batas negara tidak boleh menaikkan penumpang di negara-negara transit.

"Kalau di dalam perjanjian, bus Brunei ke Pontianak nggak boleh menaikkan penumpang di Malaysia (negara transit). Kita maunya boleh, tapi Malaysia nggak mau," imbuhnya.

Hal ini masih belum menemui titik temu. Terutama perdebatan antar negara-negara transit lainnya.

Beberapa kesepakatan yang sudah diambil di pertemuan sebelumnya yang digelar di Surabaya antara lain terkait klarifikasi pemahaman definisi penumpang, pelayanan angkutan terjadwal maupun tak terjadwal, serta izin angkutan lintas perbatasan.

Dalam kesempatan yang sama, Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Djoko Sasono menjelaskan selain CBTP terdapat pula pertemuan ke-30 ASEAN Transport Facilitation Working Group (TFWG).

Beberapa kesepakatan yang akan dibahas di dalamnya adalah ASEAN Framework Agreement on the Facilitation of Goods in Transit (AFAFGIT), ASEAN Framework Agreement o the Facilitation of Inter-State Transport (AFAFIST), dan ASEAN Framework Agreement on Multimodal Transport (AFAMT).

"Kerjasama TFWG ini yang bertujuan memfasilitasi pergerakan orang, diharapkan pula akan mendorong pertumbuhan dan perkembangan sektor lainnya seperti, pariwisata, perdagangan dan budaya," ulas Djoko.

Selanjutnya, hasil dari pertemuan-pertemuan ini akan dibawa ke pertemuan antar para menteri perhubungan se-ASEAN yang akan berlangsung pada November 2015 di Kuala Lumur, Malaysia.

"Inginnya hal-hal yang belum selesai bisa diselesaikan sebelum November 2015," imbuhnya.

Para Ahli transportasi se-ASEAN berkumpul di Yogyakarta. Mereka membahas masalah angkutan penumpang lintas batas negara. Apa saja yang akan disepakati? (detikcom/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru