Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 12 September 2026

Menhan: Bentrokan TNI-Polri di Polewalimandar Memalukan

*Komisi I: Cari Akar Masalahnya
- Selasa, 01 September 2015 16:06 WIB
429 view
 Menhan: Bentrokan TNI-Polri di Polewalimandar Memalukan
Jakarta (SIB)- Menteri Pertahanan Ryamizard Ryaccudu geram dengan insiden bentrokan antara TNI-Polri di Polewalimandar, Sulawesi Barat. Bentrokan tersebut kembali mencoreng kedua aparat penegak hukum yang kerap terlibat perseteruan.

"Itu memalukan," ucap Ryamizard di Kemenko Polhukam, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (31/8).

Ryamizard baru saja menghadiri rapat bersama Menko Polhukam Luhut Panjaitan dan para menteri di bawah koordinasi Menko Polhukam. Salah satu agenda rapat adalah membahas mengenai bentrokan antara prajurit TNI Praka Laksmono dengan anggota Polri Bripda Ambo Sikki di arena kejuaraan balap motor di Stadion Pekkabata pada Minggu (29/8) kemarin.

Pasca kejadian itu, terjadi aksi lanjutan pada pukul 16.00 Wita yang menyebabkan Prada Yuliadi tewas tertembak di perutnya. Prada Yuliadi rencananya akan dimakamkan di kampung halamannya di Lappariaja, Kab. Bone, Sulawesi Selatan.

Selain Menko Polhukam dan Menhan, rapat dihadiri Menkum HAM Yasonna Laoly, Mendagri Tjahjo Kumolo, Menkominfo Rudiantara, Menpan RB Yuddy Chrisnandi, Jaksa Agung Prasetyo, Kepala BIN Sutiyoso, Kepala Bais Soleman B Ponto, Kepala Bakamla Laksamana Desi Albert Mamahit.

Selain itu hadir pula Kapolda Metro Jaya Irjen Tito Karnavian, Pangdam Jaya Letjen Agus Sutomo dan Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama. Dijadwalkan mereka akan mengikuti rapat kedua dengan agenda persiapan demo buruh besar-besaran di Jakarta.         
   
Cari Akar Masalahnya

Komisi I DPR menyesalkan kejadian bentrokan antara TNI-Polri tersebut. Wakil Ketua Komisi I DPR Hanafi Rais menyebut kejadian ini tak bisa diremehkan karena sudah seringkali terjadi.

"Kami menyayangkan bentrok aparat. Bukan sekali-dua kali. Alasan sepele awalnya, kita tidak bisa meremehkan ini. Perlu perhatian pemerintah serius, cari akar masalahnya," ujar Hanafi di Gedung DPR, Senayan, Jakarta.

Hanafi menjelaskan isu kecemburuan prajurit TNI kepada Polri terkait kesejahteraan harus dijelaskan pemerintah. Menurutnya, kejadian bentrokan ini sebenarnya tak perlu terjadi.

"Keadaan ekonomi susah, lalu diperlihatkan kejadian seperti ini, yang tidak perlu. Kalau mau investigasi, harus investigasi pelakunya, komandannya siapa, dari dua belah pihak. Dilihat akar permasalahannya," ujarnya.

Hal senada dikatakan anggota Komisi I DPR dari Fraksi PDIP Tubagus Hasanudin. Menurutnya, kejadian ini menjadi peringatan dan harus dievaluasi Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo serta Kapolri Jenderal Badrodin Haiti.

"Kasus bentrokan anggota TNI-Polisi sering terjadi. Ini masalah leadhersip, kalau setahun sekali itu kasus, tapi itu setiap bulan dan sering, ini peringatan keras Panglima TNI dan Kapolri. Ini tidak boleh terjadi. Apapun harus dipelajari," kata Hasanudin.

Dia pun menambahkan kejadian ini membuat moral prajurit jatuh. Ia berharap kejadian ini membuat sistem kontrol dari jabatan perwira sampai prajurit harus dikedepankan.

"Ini kejadian buat jatuhnya moral prajurit. Mereka akan ada komadannya, komandan pleton dan komandan kompi. Coba dong, perwira pahamin yang di bawah, bagaimana? Kalau prajurit tidur dibarak, coba perwira ikutin," sebutnya. (detikcom/y)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru