Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 12 September 2026

Pembangunan Mandek, Ribuan Perusahaan Rekanan Pemprov DKI Terancam Bangkrut

- Selasa, 01 September 2015 16:08 WIB
350 view
Pembangunan Mandek, Ribuan Perusahaan Rekanan Pemprov DKI Terancam Bangkrut
Jakarta (SIB)- Ribuan perusahaan rekanan Pemprov DKI Jakarta terancam gulung tikar. Ini menyusul belum terlaksana lelang beberapa proyek pengerjaan.

Hal tersebut diakui Wakil Kepala Kamar Dagang Indonesia (Kadin) DKI, Sarman Simanjorang. Menurutnya data yang diperoleh sudah terdapat 10 ribu pengusaha yang terancam bangkrut. "Mereka adalah pengusaha yang memang merupakan rekanan Pemprov DKI dalam mengerjakan proyek pembangunan di Jakarta," ujar Sarman.

Sarman sangat menyayangkan. Pasalnya di tengah krisis ekonomi yang melanda negeri, penyerapan anggaran yang maksimal setidaknya mampu menjadi stimulus positif bagi dunia usaha.

"Penyerapan anggaran yang maksimal bisa menjadi solusi bagi krisis ekonomi untuk Jakarta. Karena dengan penyerapan berarti ada pembangunan. Itu positif buat roda ekonomi ibukota," tukasnya.

Karena Sarmanpun mengimbau Gubernur DKI, Ahok untuk menggeber kinerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk lebih fokus dalam menjalankan tugasnya.

Sebelumnya, Ahok menyatakan, penyerapan anggaran Provinsi DKI Jakarta masih rendah bukan dikarenakan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) takut belanja. Melainkan lebih pada bingung bagaimana untuk berbuat curang.

"Takut curi sebetulnya yang terjadi di kita, mau ngatur curi-curinya bingung. Karena polisi, jaksa, BPK, dan KPK agak ketat," ucap Ahok.

Menurut Ahok, kecurangan masih terjadi dalam penyusunan anggaran di DKI. Misalnya saja, anggaran untuk membangun GOR sebesar Rp48 miliar. Padahal setelah desainnya dibuat sederhana, hanya membutuhkan anggaran Rp25 miliar.

Mantan Bupati Belitung Timur itu menyatakan, anggaran tersebut sengaja diloloskan pada e-Budgeting 2015. Sebab, penyusunan anggaran tidak melalui e-Musrenbang tahun 2014.

Adapun data yang diperoleh penyerapan anggaran Pemprov DKI memasuki semester kedua masih terbilang rendah.

Realisasi penyerapan anggaran DKI Jakarta hingga Juni 2015 baru mencapai 13,7 persen dari total APBD 2015 Rp 69,28 triliun. (PK/ r)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru