Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 12 September 2026

Negosiasi Pembebasan 2 WNI Disandera OPM Masih Berlangsung, TNI Terus Siaga

* Instruksi Jokowi : Jangan Mau Mengalah!
- Kamis, 17 September 2015 14:15 WIB
312 view
Negosiasi Pembebasan 2 WNI Disandera OPM Masih Berlangsung, TNI Terus Siaga
Jakarta (SIB)- Pemerintah menegaskan tidak akan membarter 2 WNI yang disandera OPM di Papua Nugini. Seluruh pasukan Kodam Cenderawasih pun saat ini bersiaga menunggu perintah lanjut.

"Kita masih memonitor proses upaya yang dilakukan pemerintah dengan PNG (Papua Nugini)," kata Kapendam XVII/Cenderawasih Letkol Teguh Puji Rahardjo saat dihubungi Rabu (16/9).

Dijelaskan Teguh, pihaknya belum mengetahui seperti apa perkembangan terbaru antara negosiasi pemerintah dengan OPM yang melakukan penyanderaan 2 WNI di wilayah Skouwtiau, Papua Nugini.

"Kami semua standby saja di perbatasan. Kami semua selama ini terus berlatih, berlatih dan berlatih. Artinya siap dengan segala kemungkinan. Apapun perintah dari pemerintah, sebagai prajurit kami siap menjalankan perintah apapun," jelas Teguh.

"Mudah-mudahan proses pembicaraan pemerintah dengan PNG bisa baik-baik," imbuh Teguh.

TNI, lanjut Teguh, terus berkoordinasi dengan angkatan bersenjata PNG dan pemerintah setempat melalui Konsulat RI dan Atase Pertahanan (athan) di Vanimo, Papua Nugini.

Menko Polhukham Luhut Binsar Panjaitan telah menegaskan, pemerintah tidak akan melakukan barter dengan OPM. Kelompok itu diketahui menyandera 2 WNI dan meminta dibarter dengan rekan mereka yang ditahan karena kasus narkoba.

"Sama sekali tidak ada rencana barter," tegas Luhut di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Rabu. Dia juga menyatakan, pemerintah telah menyiapkan langkah khusus apabila tak tercapai kesepakatan antara pemerintah Papua Nugini dengan OPM penyandera.

"Kami siapkan langkah—langkah. Tidak akan barter. Rencana paling buruk pun kita siapkan. Ini semua demi kedaulatan bangsa kita jaga," tegas Luhut.

Jangan Mau Mengalah!

Upaya pembebasan dua WNI yang disandera OPM di Papua Nugini terus dilakukan. Pemerintah menegaskan tidak akan mengalah dari tekanan pihak mana pun.
"Instruksi Presiden, kita tidak pernah mau mengalah dengan tekanan tekanan siapa pun," ujar Menko Polhukam Luhut Panjaitan.

Pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri terus berkoordinasi dengan pemerintah Papua Nugini. Luhut mengaku belum mendapat informasi terkini terkait upaya pembebasan 2 WNI tersebut.

Yang jelas, Luhut kembali menegaskan bahwa tidak boleh mengalah dari tekanan dari pihak mana pun, termasuk kelompok separatis.

Kondisi 2 WNI Baik
Dua WNI yang disandera Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Papua Nugini dalam kondisi baik. Hal tersebut diungkapkan oleh Menko Polhukam Luhut Pandjaitan usai rapat koordinasi di kantornya.

"Sampai tadi, (kondisi korban) laporannya baik," ucap Luhut di kantornya. Rapat ini dihadiri Mendagri Tjahjo Kumolo, Menlu Retno Marsudi, Kepala BIN Sutiyoso dan Kapolri Jenderal Badrodin Haiti.

Dua WNI yang disandera itu adalah Sudirman dan Badar, tukang kayu yang diserang OPM di kampung Skofro, Distrik Arso Timur, Kabupaten Keerom, Papua, Rabu (9/9). Keduanya lalu dibawa hingga ke perbatasan Papua Nugini dan dijadikan sandera.

Pihak OPM meminta agar 2 rekannya yang ditahan di Polres Keerom karena kasus narkoba itu dibebaskan dan ditukar dengan 2 WNI.

Pemerintah menegaskan tak akan melakukan barter dengan OPM. Pemerintah terus berkoordinasi dengan pemerintah Papua Nugini untuk membebaskan sandera. (detikcom/ r)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru