Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 12 September 2026

Setelah Bertemu Trump, Novanto-Fadli Diundang Raja Salman Naik Haji

*Gerindra Revisi Larangan ke Luar Negeri
- Sabtu, 19 September 2015 13:59 WIB
170 view
 Setelah Bertemu Trump, Novanto-Fadli Diundang Raja Salman Naik Haji
Jakarta (SIB)- Ketua DPR Setya Novanto dan Wakil Ketua DPR Fadli Zon akan berangkat ke tanah suci untuk menunaikan ibadah haji. Mereka diundang oleh Kerajaan Arab Saudi.

"Ketua DPR RI Novanto akan melaksanakan ibadah haji pada musim haji tahun ini. Rombongan yang berjumlah enam orang memenuhi undangan dari kerajaan Saudi Arabia," kata staf khusus Ketua DPR bidang komunikasi politik, Nurul Arifin dalam keterangannya, Jumat (18/9).

Rombongan akan berangkat esok hari dan pulang pada 28 September 2015. Selain Novanto dan Fadli, ada pula Ketua BKSAP Nurhayati Ali Assegaf dan Ketua F-PKS Jazuli Juwaini dalam rombongan.

"Rombongan terdiri dari Ketua DPR Setya Novanto beserta istri, Wakil ketua Fadli Zon beserta istri, Ibu Nurhayati ketua BKSAP dan Jazuli Juwaini Ketua Fraksi PKS," jelasnya.

"Mohon doanya agar ibadah dapat berjalan dengan lancar dan menjadi haji makbrur," tutup Nurul.

Gerindra Revisi Larangan ke Luar Negeri


Fraksi Gerindra (F-Gerindra) DPR ternyata merevisi surat edaran larangan ke luar negeri bagi anggotanya. Dengan surat baru, anggota F-Gerindra DPR tetap boleh ke luar negeri, tapi harus selektif.

Dalam surat yang diterima, revisi surat edaran itu bernomor A.521/F.P-Gerindra/DPR-RI/IX/2015. Surat revisi ini terbit satu hari setelah surat larangan ke luar negeri muncul.

Wakil Ketua F-Gerindra Sufmi Dasco Ahmad yang dikonfirmasi membenarkan ada surat baru terkait kunker ke luar negeri. Anggota F-Gerindra tetap boleh ke luar negeri, namun harus sangat selektif memilih tugas. Jika hanya studi banding, maka tak dibolehkan.

"Kalau melarang total malah kita salah, karena sebagai anggota DPR kita juga punya tugas," kata Dasco.

Dasco menjelaskan, dengan adanya surat baru ini, izin kunker ke luar negeri bagi anggota F-Gerindra akan lebih ketat. Sebelum menerbitkan izin, pimpinan F-Gerindra akan lebih dulu rapat menilai penting tidaknya suat kunker ke luar negeri.

"Kalau dirasa kurang urgen, tidak akan diizinkan," ujar pria yang juga Wakil Ketua MKD DPR ini. (detikcom/ r)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru