Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 12 September 2026
Genjot Produksi Pertanian Nasional

200.600 Hektare Areal Persawahan Baru Disiapkan

- Selasa, 22 September 2015 15:31 WIB
247 view
200.600 Hektare Areal Persawahan Baru Disiapkan
Jakarta (SIB) - Kementerian Pertanian (Kementan) akan memperluas atau menambah areal baru persawahan di Tanah Air mulai tahun 2016. Seiring dengan itu, impor sejumlah komoditas pangan strategis juga diturunkan dan produksinya ditingkatkan.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, Kementan telah mengajukan anggaran tambahan Rp 6,1 triliun dalam APBN 2016. Total anggaran yang diajukan Kementan tahun 2016 sebesar Rp 32,8 triliun.

"(Rencana) Pencetakan sawah baru pada tahun 2016 hampir 10 kali lipat jumlahnya apabila dibandingkan rencana pencetakan sawah tahun ini yang ditargetkan hanya 23.000 hektare," kata Amran di Jakarta, Minggu (20/9).

Amran menjelaskan, Kementan akan mencetak areal baru persawahan seluas 200.600 hektare (ha) untuk meningkatkan produksi pertanian. Selain memperluas areal baru persawahan, lanjut Amran, Kementan juga akan menambah lahan kering untuk pertanian di luar Jawa 250.000 ha.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementan, Gatot Irianto menambahkan, rencana mencetak areal baru persawahan akan dimulai awal tahun 2016. Dia optimistis areal baru persawahan bisa tercapai karena masih banyak lahan yang tersedia.

"Dengan adanya tambahan sawah, produksi padi tahun 2016 dapat bertambah 600.000 ton gabah kering giling (GKG) dengan asumsi produktivitas awal sawah yang baru dicetak mencapai 3 ton per hektar," kata Gatot.

Di samping itu, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan, Hasil Sembiring menambahkan, pemerintah daerah telah diminta untuk menyediakan lahan baru untuk persawahan. Hasil mengatakan, Kementan akan menyediakan dana Rp 3,5 juta bagi daerah-daerah yang menyediakan lahan.

Dana tersebut, kata Hasil, bisa digunakan untuk membeli benih dan pupuk. Sejauh ini, lanjut Hasil, Kementan telah menerima kepastian lahan seluas 855 ribu ha dari Jawa Barat. Areal tambahan di wilayah itu diperkirakan bisa dijadikan wilayah tanam seluas 100 ribu ha.

Impor Turun
Seiring dengan perluasan areal baru persawahan, Amran mengatakan, Kementerian Pertanian juga mulai mengurangi impor pangan. "Hasilnya, komoditas pangan strategis impornya menurun jika dibandingkan tahun 2014," ujar Amran.

Berdasarkan Pusat dan Data Informasi Kementan, kata Amran, jumlah impor Januari-April 2015 menurun jika dibandingkan periode Januari-Desember 2014. Sepanjang 2014, lanjut Amran, pemerintah impor beras 815,3 ribu ton beras.

Namun, kata Amran, pemerintah tidak melakukan impor periode Januari-Juli 2015. Selain itu, lanjut Amran, pemerintah juga menurunkan impor jagung sejak Januari 2015 sebesar 1,6 juta ton dari periode sebelumnya sebanyak 3,296 juta ton.

Hal serupa juga terjadi pada komoditas bawang merah, cabai dan kacang tanah. Sepanjang 2014, pemerintah melakukan impor bawang merah sebanyak 74,9 ribu ton. Namun, tidak melakukan impor sama sekali pada periode Januari-Juli. (SH/d)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru