Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 12 September 2026

Parkindo Terancam Pecah

- Rabu, 23 September 2015 13:25 WIB
365 view
Parkindo Terancam Pecah
Jakarta (SIB)- Organisasi kemasyarakatan (Ormas) Partisipasi Kristen Indonesia (Parkindo) di ambang perpecahan paska pelaksanaan  Musyawarah Nasional (Munas) ke-4 akhir Agustus lalu. 

Kepengurusan DPP Parkindo yang telah dikukuhkan dalam Munas tersebut dinyatakan tidak sah  sehingga dibentuk tim penyelamat organisasi yang bertujuan membentuk DPP Parkindo yang sesuai dengan sejarah kelahirannya dan tetap sebagai ormas keagamaan.

Ketua Panitia Munas ke 4 Parkindo TS Panangian Sihombing  menyatakan hal itu kepada wartawan di Jakarta,  sambil menyebutkan bahwa Munas  dapat dinyatakan tercemar oleh perbuatan  orang-orang yang haus kekuasaan. 

Munas sendiri berlangsung di Jakarta,  28 - 30 Agustus diikuti perwakilan dari 15 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan perwakilan dari 18 pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC).

Menurut Panangian,  persoalan  muncul  karena utusan dari DPC yang hadir di Munas tidak diberikan hak suara pada saat penetapan calon Ketua Umum. Ada yang berkhianat karena hanya menggolkan hak suara dari utusan DPD. 

"Penetapan calon Ketua  Umum tidak hanya utusan DPD,  karena  sesuai tata tertib, utusan DPC berhak ikut memberikan suaranya," kata Panangian seraya menambahkan,  penetapan calon ketua umum  dilakukan lewat voting, bukan jalan musyawarah mufakat seperti yang sudah disepakati sebelumnya.

Dia memprediksi  ada pihak  yang sengaja merekayasa pemilihan  untuk menggolkan calon tertentu.  Singkatnya,  ada aroma tidak sedap dalam proses pemilihan ketua umum. 

Dikatakannya,  kehadiran perwakilan pengurus dari 5 DPD tidak jelas karena mereka tidak membawa surat mandat dan tidak ada kontribusinya seperti yang tertera dalam undangan panitia Munas.

Panangian menyatakan, keabsahan mereka itu bisa dipertanyakan, karena tidak jelas  mewakili siapa. Sebab, kalau mewakili DPD harus ada surat mandat seperti halnya peserta lainnya yang membawa surat mandat dan setiap orang berkontribusi untuk kelancaran Munas seperti yang diberitahu dalam undangan. 

Terkait soal tim penyelamat organisasi, Panangian menjelaskan tim sengaja dibentuk semata-mata untuk menyelamatkan Parkindo sebagai organisasi kemasyarakatan keagamaan sesuai awal pembentukannya. 

Dia menenggarai, ada upaya-upaya dari pihak tertentu yang akan menjadikan Parkindo sebagai partai politik.  Padahal,  sesuai cita-cita awal, Parkindo tetap sebagai ormas, bukan partai politik.

Ditanya tentang calon Ketua Umum yang ditunjuk dalam Munas,  Panangian Sihombing enggan menyebutkannya. Namun ditegaskannya,  penasehat tim ditunjuk pendiri Parkindo Sabam Sirait dan beberapa tokoh lain.  (G01/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru