Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 12 September 2026

Ahok di Belanda: Gaji PNS DKI Terendah Rp 12 Juta, Kerja Nggak Beres Dipecat

- Rabu, 23 September 2015 13:58 WIB
389 view
Ahok di Belanda: Gaji PNS DKI Terendah Rp 12 Juta, Kerja Nggak Beres Dipecat
SIB/@basukibtp
Ahok bertemu dengan Menteri PU Belanda memaparkan mengenai kerjasama sister city ke depan antara Jakarta-Rotterdam.
Jakarta (SIB)- Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berkunjung ke Belanda untuk mempelajari reklamasi. Di tengah kunjungannya Ahok menyempatkan diri untuk berdialog dengan WNI di KBRI Den Haag.

Acara kunjungan itu direkam dan diunggah ke Youtube oleh akun Pemprov DKI & Basuki TP (Ahok)-TyoJB. Ahok berdialog berbagai macam hal kepada para WNI, mulai dari kondisi Jakarta sampai target yang ingin dicapai.

Ahok mengungkapkan alasannya sering memecat atau mencopot PNS DKI yang tak becus bekerja. Menurutnya para PNS sudah digaji besar sehingga harus bisa memberikan kinerja yang terbaik. Apalagi untuk golongan terendah saja kata Ahok bisa mendapat gaji minimal Rp 12 juta per bulan.

"Pegawai di DKI itu digaji ya golongan terendah itu bisa dapat Rp 12-13 juta loh sebulan. Makanya wajar dong kalau macem-macem gua pecatin, gaji lu gede. Itu wajar," kata Ahok yang disambut tawa para hadirin.

Selain itu Ahok memberi kesempatan bagi pelajar di Belanda yang ingin pulang ke Tanah Air untuk bisa magang di Pemprov DKI. Mereka bisa menjadi PNS dengan mengikuti tes yang diadakan, hanya saja bukan untuk waktu sekarang.

"Kita buka magang kalau mau jadi PNS, ya tes jadi PNS. Tapi sayang saya nggak mau terima PNS lagi sekarang karena pegawai kita kebanyakan," ucapnya.
Ahok juga menyampaikan jika Jakarta akan dipasangi 6.000 cctv yang bisa menangkap wajah dan terhubung dengan e-KTP. Pemprov sudah menganggarkan dana Rp 50-100 miliar kepada Polda Metro Jaya untuk mengurusi hal ini.

"Kita juga lagi pasang cctv yang bisa tangkap wajah, bisa tersambung dengan e-ktp. Kita sudah pasang 6.000-an tahun depan," ucap Ahok.

Soal kedatangannya ke Belanda, menurut Ahok sebenarnya dia tidak perlu pergi ke sana. Hanya saja jika dia datang bisa meyakinkan pihak Belanda untuk membantu Jakarta.

"Sebetulnya saya nggak perlu datang nggak apa-apa. Tapi kalau saya datang, saya bisa berusaha meyakinkan mereka, Jakarta ini sedang membereskan 9 koridor LRT, kita punya MRT, punya bus rapid transit. Ini semua nilai properti hebat, Tanjung Priok ini yang paling besar," ujarnya.

"Makanya Anda (Belanda) harus joint sama kita. Nah mereka butuh gubernur yang ngomong, gubernur yang kasih jaminan untuk mereka yasudah saya harus datang," tambahnya yang disambut riuh tepuk tangan.

Agenda kunjungan Ahok di Belanda antara lain mengecek seluruh reklamasi, sistem gasifikasi di Rotterdam dari sampah dan lumpur menjadi energi.

Selama ini, Wali Kota Rotterdam Ahmed Aboutaleb sudah dua kali datang ke Jakarta dan bertemu Ahok. Saat bertemu Aboutaleb, Ahok menyampaikan keinginan Pemprov DKI mempelajari konsep reklamasi serta pembangunan pelabuhan baru di Ibu Kota dari Rotterdam. (detikcom/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru