Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 12 September 2026

Ini Instruksi Presiden Jokowi Atasi Kebakaran Lahan Gambut di Kalimantan

* Asap Semakin Pekat di Jambi, Haruskah Warga Mengungsi
- Sabtu, 26 September 2015 16:32 WIB
155 view
Ini Instruksi Presiden Jokowi Atasi Kebakaran Lahan Gambut di Kalimantan
Jakarta (SIB)- Presiden Jokowi menengok langsung lokasi lahan gambut yang terbakar di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. Areal gambut yang terbakar meliputi area yang luas. Saat presiden melihat lahan gambut, api juga masih terlihat menyala dari dalam tanah.

Seperti disampaikan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) dalam keterangannya, Jumat (25/9), presiden menyampaikan sejumlah instruksi.
"Satu-satunya cara untuk mengatasi persoalan kebakaran di lahan gambut hanya dengan pencegahan, menjaga ekosistem gambut," kata Jokowi seperti disampaikan dalam siaran pers Kementerian LHK.

Terhadap lahan yang sedang terbakar dan semakin meluas harus segera diambil langkah. Presiden meminta untuk secepat-cepatnya memadamkan api dengan pembasahan gambut, di mana pembasahan merupakan bagian dari langkah tata kelola ekosistem gambut.

Presiden juga memerintahkan Menko Polhukam, Menteri LHK, Kepala BNPB, Kapolri, dan Panglima TNI untuk sesegara mungkin merealisasikan pembasahan lahan gambut yang sedang terbakar dengan dukungan operasi bakti TNI dan dukungan Kementerian PU berupa teknis civil engineering dan know how tentang tata air gambut. 10 Alat berat dari TNI/BNPB dan 30 unit pompa air dari KLHK.

"Perusahaan juga diwajibkan membuat embung air di dalam areal konsesinya. Hal ini akan mempercepat tindakan pemadaman api dan untuk ketersediaan air di saat musim kering," demikian perintah presiden seperti disampaikan Kementerian LHK.

Pemerintah akan menggandeng akademisi, pakar, dan dari LSM untuk melakukan pembahasan penanganan kebakaran di lahan gambut dan agar jangan sampai terulang.     

Haruskah Warga Mengungsi?
Asap di Kota Jambi, Provinsi Jambi semakin pekat. Sudah 1 bulan lebih ini asap mengganggu kesehatan. Haruskah warga mengungsi?

"Asap semakin pekat, kasihan anak-anak. Kami sebenarnya ingin mengungsi," terang Andri.

Dua putri Andri tidak lagi masuk sekolah. Pihak sekolah meliburkan sekolah dan meminta para pelajar belajar di rumah. Peringatan juga disampaikan pihak terkait mengenai bahaya kualitas udara.

Andri ingin mengungsi tetapi terhambat urusan pekerjaan yang mesti diselesaikan. "Ada teman yang sudah keluar kota ke tempat yang besih asap," tutur dia.
Entah harus bagaimana lagi warga jambi. Kabarnya untuk water bombing pun sulit karena asap pekat. "Kami hanya bisa berdoa agar hujan segera turun," tutup dia. (detikcom/y)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru