Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 30 Agustus 2026

Prabowo Soal Perjanjian Batu Tulis: Saya Tidak Mengerti, Apa Salah Saya?

- Senin, 17 Maret 2014 11:53 WIB
496 view
 Prabowo Soal Perjanjian Batu Tulis: Saya Tidak Mengerti, Apa Salah Saya?
Jakarta (SIB)- Penetapan capres Joko Widodo oleh PDIP dinilai telah melanggar perjanjian antara Partai Gerindra dengan PDIP pada tahun 2009 lalu, yang dikenal dengan perjanjian Batu Tulis. Perjanjian ini ditandatangani Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dengan Ketua Dewan Pembina Gerindra Prabowo Subianto.

Bagi Prabowo, pencapresan pria yang akrab disapa Jokowi itu adalah sebuah tanda tanya. Prabowo mengaku tak mengerti alasan PDIP tidak mematuhi perjanjian yang dibuat di Bogor itu.

"Kalau Anda manusia, lalu ada di pihak saya, bagaimana? Ya pikirkan saja. Saya tidak mengerti apa salah saya, saya menghormati beliau (Mega)," kata Prabowo di Bandara Halim Perdanakusuma, Jaktim, Minggu (16/3/2014).

Prabowo bercerita, perjanjian itu dibuat karena kesamaan yang ada antara Gerindra dan PDIP. Kesamaan itu adalah kecocokan dalam pandangan kebangsaan dan nasionalisme, sehingga muncul keinginan bisa berjuang bersama yang melandasi perjanjian itu.

"Kita merasa demi kebaikan bangsa, ingin teruskan hubungan itu. Tapi dalam dinamika politik yang terjadi, apa yang kita lihat sekarang? Bagaimana tidak serius, saya kira dua tokoh partai besar kalau buat perjanjian masa nggak serius?" kata mantan Danjen Kopassus ini.

Kemudian Prabowo mengatakan, jika PDIP tak ingin lagi komitmen pada perjanjian itu, maka seharusnya diselesaikan dengan cara bertatap muka. "Saya tadinya berharap diberitahu, namanya perjanjian kalau tidak cocok ya bisa saja," kata Prabowo.

Lalu, apakah Prabowo akan melakukan komunikasi kembali dengan Megawati terkait hal ini? Prabowo pun tak menjawabnya secara langsung.

"Saya ingin semua kekuatan kebangsaan, nasionalis, religius dan Indonesia bersatu. Itu yang Saya inginkan. Saya menghormati Bu Mega, saya tidak mengerti ada dinamika apa," ujar Prabowo.

Ahok Akan Selesaikan Tugasnya 5 Tahun

Wakil Gubernur DKI Basuki T Purnama (Ahok) mengaku siap mendampingi sebagai cawapres Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto dalam pilpres 2014. Namun Prabowo menyatakan Ahok harus selesaikan tugasnya membenahi Jakarta.

"Saya menghendaki saudara Ahok selesaikan tugasnya sesuai janji pada rakyat. Bagi Saya, ucapan seorang pemimpin adalah UU yang tak boleh dilanggar. Jadi Ahok selesaikan tugasnya selama 5 tahun," kata Prabowo.

Jika begitu, maka Prabowo belum menentukan pendampingnya maju ke Istana. Ia kemudian menyatakan kriteria cawapresnya, yaitu berdedikasi pada Pancasila, UUD 45, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Namun ia menekankan, pendampingnya harus berkomitmen pada kata-kata yang dijanjikan.

"Kita berharap pada kebersihan kejujuran, dan akhlak pemimpin yang selalu pegang teguh janji. Ucapannya bisa dipegang," kata Prabowo.

"Jangan bicara A tapi tidak dilaksanakan. Saya kira berbahaya jika pemimpin Indonesia mencla-mencle. Satu hari bilang A lalu bilang B, jam 2 tahu lalu jam 3 tempe," ujar Prabowo diikuti tawanya.

Para pekerja media kemudian bertanya-tanya, apakah hal yang disebutkan itu terkait perjanjian Batu Tulis dan pencapresan Jokowi? Lagi-lagi, Prabowo tidak menjawabnya secara lugas.

"Menurut Anda bagaimana? Terserahlah," imbuh Prabowo menjawab pertanyaan itu.

Kembali soal pendampingnya, Prabowo mengaku belum menentukan waktu untuk mencari cawapresnya. "Kita cari terus waktu dan orangnya," tutup Prabowo.(detikcom/d)

Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru
‎Cuan Manis Bisnis Daster

‎Cuan Manis Bisnis Daster

Medan(harianSIB.com)Tren pakaian rumahan terus berkembang seiring perubahan gaya hidup masyarakat yang semakin pintar memadu padankan pak