Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 12 September 2026
Pesawat Tergelincir

Kemenhub Bekukan Penerbangan Batik Air Jakarta-Yogya

- Minggu, 08 November 2015 16:33 WIB
353 view
Kemenhub Bekukan Penerbangan Batik Air Jakarta-Yogya
Jakarta (SIB)- Pesawat Batik Air 6380 Jakarta-Yogyakarta, Jumat (6/11) siang, tergelincir di Bandara Adi Sucipto. Kemenhub pun langsung membekukan rute dengan jadwal tersebut.

"Sudah dibekukan untuk Batik Air dengan rute itu," ungkap Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemenhub JA Barata Sabtu (7/11).

Meski begitu, kata Barata, tidak semua jadwal penerbangan Batik Air rute Jakarta-Yogyakarta yang dibekukan. Hanya jadwal yang sama dengan pesawat yang tergelincir di Adi Sucipto itu.

"Iya, Batik Air rute Jakarta-Yogyakarta untuk yang jam sekitar jam 14.00 WIB itu. Sudah ada keputusannya," ucap Barata.

Pesawat yang tergelincir tersebut membawa 160 penumpang dan beruntung semuanya selamat, termasuk para kru. Keberangkatan pesawat itu adalah dari Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Jakarta.

Menurut Barata, pihaknya telah menyampaikan keputusan pembekuan kepada pihak Maskapai Batik Air. Itu disampaikan melalui surat keputusan.
"Sudah disampaikan ke Batik Air melalui surat Dirjen Perhubungan Udara," tuturnya.

Lalu, apakah sudah ditemukan indikasi mengenai penyebab tergelincirnya pesawat?

"Itu urusan KNKT. Tunggu mereka saja yang merilis," tukas Barata.

Evakuasi pesawat yang tergelincir di Yogyakarta itu juga selesai dilakukan. Proses pemindahan pesawat dari lokasinya tergelincir di luar landasan pacu membutuhkan waktu sekitar 6 jam. Setelah beberapa upaya penarikan gagal dilakukan, kini pesawat Batik Air tersebut sudah dibawa ke apron.

Black Box Batik Air Dievakuasi


Proses evakuasi pesawat Batik Air rute Cengkareng-Yogyakarta yang tergelincir kemarin sore telah rampung. Black box telah dilepas dari badan pesawat untuk selanjutnya dibawa ke kantor KNKT di Jakarta.

"Ada 3 personel KNKT. Kami melihat lokasi kecelakaan, pesawat, mengumpulkan data-data cuaca, landasan dan black box sudah dilepas dari pesawat untuk dikirim ke Jakarta," ujar salah seorang investigator KNKT Nur Cahyo Utomo.

"(Black box) akan dikirim ke Jakarta besok," imbuhnya.

Jika melihat tipe black box milik pesawat dengan nomor penerbangan ID 6380, Cahyo yakin dapat dibaca oleh fasilitas milik KNKT.

Namun untuk menyimpulkan penyebab insiden tersebut, kata Cahyo, masih membutuhkan banyak penelitian dan investigasi. Dia menargetkan hasil investigasi bisa didapatkan dalam 3-4 bulan ke depan.

Cahyo menambahkan, jika melihat nose wheel pesawat yang tertekuk namun kondisinya tidak patah, bisa diperkirakan, roda tidak tertekuk sejak awal. (detikcom/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru