Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 12 September 2026

1.200 Kepala Keluarga Kehilangan Tempat Tinggal Akibat Gempa Alor Ditinjau Menteri PU dan PR

- Rabu, 11 November 2015 15:00 WIB
230 view
1.200 Kepala Keluarga Kehilangan Tempat Tinggal Akibat Gempa Alor Ditinjau Menteri PU dan PR
Alor (SIB)- Gempa berkekuatan 6,2 Skala Richter mengguncang kawasan Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT). Ribuan rumah di puluhan desa pun rata oleh tanah, Rabu (4/11).

"Yang terkena dampak Gempa ada 32 desa dari 70 kecamatan. Tapi yang paling berat ada di 18 desa dari 7 kecamatan," ujar Bupati Alor, Amon Djobo saat kunjungan ke beberapa desa yang terdampak Gempa, Selasa (10/11).

Menurutnya, kecamatan yang terdampak paling parah akibat Gempa ada di Kecamatan Alor Timur, Kecamatan Alor Timur Laut, Kecamatan Alor Selatan, Kecamatan Alor Tengah Utara, Kecamatan Lembur, Kecamatan Teluk Mutiara, Kecamatan Urema dan Kecamatan Mataru.

"Akibat gempa ini hampir 1.200 kepala keluarga kehilangan tempat tinggalnya. Korban jiwa tidak ada, namun ada 3 orang yang mengalami luka berat berupa patah tulang. Namun telah dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan," jelas bupati.

Gempa Alor pertama kali terjadi pada pagi kemarin. Saat itu guncangannya masih kecil karena hanya 5,2 Skala Richter. Namun pada siang hari gempa susulan kembali terjadi sebesar 6,2 Skala Richter.

"Itu yang membuat rumah-rumah penduduk, rumah ibadah, dan fasilitas umum seperti puskesmas, sekolah, dan perkantoran menjadi rusak. Pusat gempa memang 100 kilometer dari kota. Tapi beberapa kantor di kota pun ikut terdampak," jelas dia.

Menteri PU Tinjau
 
4 November lalu, beberapa desa di daerah Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami gempa bumi yang mengakibatkan kerusakan sejumlah infrastruktur. Kemaren Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono melakukan kunjungan ke Alor untuk memantau daerah yang terdampak paling parah akibat gempa.

Desa pertama yang disambangi Menteri Basuki,  adalah Desa Padang Panjang, Kecamatan Alor Timur. Begitu sampai, rombongan menteri langsung disambut kerumunan masyarakat yang harus mengungsi akibat gempa.

"Apa saja yang rusak disini?" tanya menteri.

"Rumah penduduk," jawab beberapa orang warga.

"Ada yang luka?" tanya menteri Basuki.

"Tidak ada. Hanya rumah yang hancur," kata masyarakat.

"Saat ini saya bersama rombongan datang kesini, jadi kita bisa bantu-bantu. Saya berpesan supaya kita harus kuat, jangan sampai merasa susah," pesan menteri Basuki.

"Percaya bahwa kami pemerintah pasti akan bantu. Saat ini kami mau memantau dulu seluruhnya, nanti akan berusaha semaksimal mungkin untuk membantu," sambung menteri Basuki.

Hal yang sama juga disampaikan menteri Basuki saat menyambangi Desa Panglapui Timur, yang juga mengalami dampak cukup parah akibat gempa. Rumah penduduk yang kebanyakan dibuat menggunakan kayu, rata oleh tanah akibat gempa bumi tersebut.

"Saya dapat laporan dari BNPB dua hari yang lalu. Kami melihat di lapangan, melihat program perbaikan rumah-rumah dan lainnya. Kami hanya membantu ibu bapak sekalian. Kami akan ikut membantu," kata menteri kepada masyarakat.

Menteri Basuki berjanji, usai memantau dirinya akan membawa laporan kerusakan untuk dipelajari, sehingga perbaikan infrastruktur berupa rumah tinggal, sekolah dan tempat ibadah dapat segera diperbaiki.

"Pasca gempa, untuk rehabilitasinya mudah-mudahan mulai Januari 2016 akan kita lakukan perbaikan. Kami akan upayakan untuk membantu dalam hal kedaruratan agar masyarakat dapat beraktivitas seperti biasa," jelasnya.

Saat ini masyarakat yang rumahnya mengalami kerusakan tinggal di tenda penampungan darurat dari Kementerian Sosial. Sejumlah bantuan pun telah dikirimkan ke seluruh desa yang terkena dampak gempa. (detikcom/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru