Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 12 September 2026

Pakar Gambut Dunia Bakal ke Indonesia

- Jumat, 13 November 2015 14:58 WIB
294 view
Pakar Gambut Dunia Bakal ke Indonesia
Jakarta (SIB)- Sejumlah pakar gambut dunia akan berbagi pengalaman ke Indonesia dalam upaya pemulihan dan restorasi gambut pascakebakaran hutan dan lahan.

Diskusi yang akan digelar, Jumat (13/11) rencananya dibuka Wakil Presiden Jusuf Kalla ini diperkirakan akan bersifat teknis. Sekitar 24 ahli gambut dalam dan luar negeri dan perwakilan universitas, organisasi masyarakat dan asosiasi akan terlibat dalam pertemuan ini.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mengatakan sehubungan dengan krisis kebakaran lahan dan hutan (karhutla) gambut, saat ini pemerintah sangat serius untuk mengambil langkah transformasi dalam penataan pengelolaan lahan gambut.

"Presiden mengatakan tidak ada lagi izin baru yaitu izin gambut. Jangan lupa ini sudah diawali moratorium sejak tahun 2011, 2013 dan sekarang tidak ada lagi izin di lahan gambut," katanya.

Sementara itu, terhadap izin-izin gambut yang sudah ada tidak boleh dibuka sebagai bukaan baru. "Jadi kalau sudah izinnya untuk melakukan bukaan baru tidak boleh lagi," ucapnya.

Dalam proses rehabilitasi itu, akan dilakukan zonasi lindung dan zona kawasan budidaya. Artinya ada areal yang sama sekali tidak boleh diusahakan dan dimanfaatkan.

"Kita akan dengar dari para ahli dunia yang diundang bagaimana prespektif mereka tentang gambut dan gambut Indonesia lalu rekomendasi teknis apa yang akan diberikan dan juga prespektif ekonomi dan hubungan internasional seperti apa yang bisa kita manfaatkan," tuturnya.

Usai berdiskusi para ahli gambut dunia akan berkunjung ke Sumatera Selatan untuk melihat kondisi lapangan pascakarhutla.

Diskusi teknis pertemuan ahli gambut tersebut meliputi landscape, landuse, landcover, sistem tata air sekaligus dilihat prespektif ekonominya.

Dalam kaitan prespektif ekonomi, diupayakan agar prespektif lingkungan juga tetap terjaga. (SP/l)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru