Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 29 Agustus 2026

Jelang Earth Hour 29 Maret, WWF Serukan Masyarakat Hemat Air dan Listrik

- Senin, 24 Maret 2014 16:42 WIB
593 view
Jelang Earth Hour 29 Maret, WWF Serukan Masyarakat Hemat Air dan Listrik
SIB/ANTARA FOTO
SOSIALISASI EARTH HOUR: Pegiat lingkungan melakukan aksi sosialisasi Earth Hours di Solo, Jateng, Minggu (23/3). Dalam aksinya mereka mengajak masyarakat untuk mematikan lampu bersamaan pada 29 Maret jam 20.30-21.30 guna penghematan energi dan penyelamata
Jakarta (SIB)- World Wildlife Fund (WWF) Indonesia menghimbau kepada masyarakat untuk mengadopsi gaya hidup ramah lingkungan yang mudah dan murah. Salah satu caranya dengan mengikuti aksi Earth Hour yang bakal dilakukan Sabtu (29/3/2014).

Direktur Komunikasi dan Advokasi WWF Indonesia Nyoman Iswarayoga mengatakan Earth Hour bukan hanya sekadar program mematikan peralatan elektronik serta listrik selama satu jam. Namun, sebagai bentuk simbolisasi tindakan nyata yang sederhana dan memiliki efek positif untuk perbaikan lingkungan.

"Pertama kali Earth Hour dilakukan di Sydney, Australia. Indonesia dimulai dari 2009. Tapi, secara organik sambutan di Indonesia dari kota ke kota cukup responsif. Sangat bagus kesadaran masyarakat," ujar Nyoman kepada pers di Hotel Kempinski, Jl Sudirman, Jakarta, Minggu (23/3).

Dia menyebutkan menjelang aksi Earth Hour, WWF Indonesia menggelar program Kolaborasi Serentak dengan beberapa program sosialisasi. Misalkan, melakukan kegiatan car free day pada hari ini untuk kampanye ke masyarakat. Sebelumnya, pada Sabtu 22 Maret, menurutnya tercatat 29 kota ikut berpartisipasi dalam aksi serentak dengan menggelar kampanye kreatif terkait pemanfaatan air serta energi terutama listrik.

"Kemarin peringatan World Water Day dengan car free day di 29 kota serta aksi edukatif sungai. Kita ingin ada revolusi sejak 2011 dengan gaya hidup yang hemat seperti matikan lampu satu jam, dan konsisten agar tidak boros terus. Sampah plastik, boros listrik dan lain itu harus ditinggalkan," katanya.

Nyoman menekankan air dan energi adalah unsur yang melekat dalam kehidupan sehari-hari sehingga perlu dijaga untuk penggunaan serta ketersediaan buat kehidupan. Sejak Februari, WWF Indonesia juga mengimbau masyarakat agar bisa mendukung transportasi publik yang ramah lingkungan di 16 kota. Selain itu, ada juga aksi Plastik Takasik yang berhasil memobilisasi di 25 kota.

"Masyarakat Indonesia harus sadar melakukan konservasi air serta menjaga kehematan listrik di rumah, kantor, sekolah, kampus, hingga lingkungan terdekat mereka," katanya. (detikcom/h)

Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.



SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru
‎Cuan Manis Bisnis Daster

‎Cuan Manis Bisnis Daster

Medan(harianSIB.com)Tren pakaian rumahan terus berkembang seiring perubahan gaya hidup masyarakat yang semakin pintar memadu padankan pak