Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 29 Agustus 2026

Habibie: Usia Calon Presiden Maksimal 60 Tahun

*Yakin MH370 Meledak
- Kamis, 27 Maret 2014 21:44 WIB
393 view
 Habibie: Usia Calon Presiden Maksimal 60 Tahun
Jakarta (SIB)- Mantan Presiden Bacharuddin Jusuf Habibie mengaku akan menyesal jika tidak memberikan kesempatan kepada kalangan muda untuk memimpin Indonesia. Pemimpin yang baik bisa dilihat dari keberhasilan mengubah manusia-manusia yang dipimpinnya. Bukan dilihat dari keberhasilan cara atau jejak yang sudah dilakukan.

Habibie ingin melihat ada sosok muda yang bisa memimpin negara ini seperti zaman Sukarno dan Soeharto. Dua sosok presiden itu resmi terpilih saat di usia yang muda.

Sukarno itu 44 tahun. Presiden kedua Soeharto itu 45 tahun. Setelah itu, ketiga saya sudah lewat masa muda. Sebagai orangtua saya menyesal kalau tidak memberikan toleransi kepada yang muda untuk berkembang," kata Habibie, Rabu (26/3).

Hal ini diutarakan mantan Menteri Riset dan Teknologi itu saat memberikan paparan penutupan dalam acara Uji Publik Capres 2014 : Mencari Pemimpin Muda yang Berkualitas di Hotel Sari Pan Pacific, Rabu (26/3).

Pria kelahiran Parepare, 25 Juni 1936 itu mengaku karena faktor usia, sudah tidak ada keinginan lagi untuk menjadi presiden ataupun menteri. Alasannya, dia ingin memberikan kesempatan kepada calon muda potensial yang berusia 40 - 60 tahun.

"Renungkan saran dari orangtua. Pilih calon yang problem solver, punya visi dan misi yag jelas. Kalau dipilih, satu semua akan bersatu. Ya, itu calon 40 - 60 tahun," katanya.

Saat ini, Habibie mengatakan keinginannya adalah hanya membuat pesawat. Sambil bergurau, dia mengatakan manfaat pesawat itu penting dengan mengibaratkan satu kilogram berat pesawat sama dengan 30 ribu beras.

Yakin MH370 Meledak

Mantan Presiden Bacharuddin Jusuf Habibie yang juga teknokrat menduga pesawat Malaysia Airlines MH370 hilang karena ada masalah saat proses penerbangan. Dia pun menolak adanya dugaan sabotase.

"Tidak sabotase. Pilot itu tahu ada yang tidak beres dengan pesawatnya saat terbang. Perkiraan saya itu, dalam keadaan terbang terus tiba-tiba ada masalah," kata Habibie.

Dia memprediksi, ada kemungkinan pilot memantau monitor layar pesawat terkait kerusakan penerbangan. Namun, pilot belum sempat memberikan sinyal darurat dan terlanjur meledak kemudian jatuh.

"Saya rasa itu yang membuat pesawatnya meledak, ludes," kata mantan menteri riset dan teknologi itu.(detikcom/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru
‎Cuan Manis Bisnis Daster

‎Cuan Manis Bisnis Daster

Medan(harianSIB.com)Tren pakaian rumahan terus berkembang seiring perubahan gaya hidup masyarakat yang semakin pintar memadu padankan pak