Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 29 Agustus 2026

45 Perusahaan Terindikasi Terlibat Pembakaran Lahan dan Hutan di Riau

*Kebakaran Lahan Masih Berlanjut, Muncul Titik Api Baru
- Jumat, 28 Maret 2014 18:02 WIB
271 view
 45 Perusahaan Terindikasi Terlibat Pembakaran Lahan dan Hutan di Riau
Jakarta (SIB)- Sejumlah titik api masih muncul di lahan dan hutan Riau. Kemunculan titik api ini diikuti dengan terus bertambahnya jumlah pelaku pembakaran lahan yang ditangkap hingga saat ini.

"Hingga saat ini tersangka berjumlah 100 orang dan 1 korporasi yaitu PT NSP," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho melalui pesan singkat, Rabu (26/3).

Terjadi peningkatan jumlah tersangka yang membakar lahan atau hutan di Riau sebanyak 25 orang. Pada Kamis (20/3) pekan lalu, jumlah tersangka 75 orang, dan 55 orang di antaranya telah ditahan pihak kepolisian.

Sutopo juga menyebutkan, 45 perusahaan perkebunan dan hutan tanaman industri (HTI) terindikasi terlibat pembakaran lahan berdasarkan data dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). Penyelidikan mendalam terkait hal ini pun dilakukan.

"Kementerian Lingkungan Hidup juga menyatakan 45 perusahaan pengelola hutan tanaman industri dan perkebunan yang terindikasi terlibat pembakaran di Riau," ujar Sutopo.

Data titik api terakhir pada pukul 17.00 WIB, Rabu (26/3), menunjukkan lokasi pembakaran baru sebanyak 68 titik. Sebagian pembakaran ini berasal dari sisa titik api lama yang kembali menyala.

Sementara kualitas udara di Pekanbaru, Petapahan, Dumai, Rumbai, Siak, Duri, dan Minas relatif sedang. Untuk wilayah Libo dan Bangko, kualitas udara masih tidak sehat.

Muncul Titik Api Baru

Kebakaran lahan yang kini muncul kembali di Riau sebagian besar merupakan titik api yang baru. Ini menunjukkan ada unsur kesengajaan dari masyarakat.

Komandan Satgas Darat Brigjen Agus Irianto mengungkapkan hal itu, Kamis (27/3). Dia menjelaskan bahwa kemunculan titik api yang baru sebagian besar berada di wilayah pesisir Riau. Padahal sebelumnya kawasan tersebut tidak ditemukan titik api.

"Jadi memang kita kaget juga daerah yang sebelumnya tidak ada titik api, kok sekarang malah banyak titik api. Inilah yang mengindikasikan ada unsur kesengajaan dari sekelompok masyarakat yang ingin buka lahan," kata Brigjen Agus yang juga Komandan Korem 031 Wira Bima tersebut.

Masih menurut Agus, ketika awal turun hujan dalam sepekan seluruh titik api sudah padam. Namun sepekan terakhir ini terus bermunculan titik api baru.
"Tim Satgas udara dan darat terus melakukan upaya pemadaman. Baik lewat darat maupun udara dengan water bombing dan pembuatan hujan buatan," kata Brigjen Agus.

Dia menjelaskan pembuatan hujan buatan sudah membuahkan hasil. Sebagian wilayah di Riau sudah ada yang turun hujan walau skala lokal dan intensitas yang kecil.

"Tapi paling tidak bisa mengurangi kabut asap yang belakangan muncul kembali menyelimuti langit Riau," kata Agus. (detikcom/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru
‎Cuan Manis Bisnis Daster

‎Cuan Manis Bisnis Daster

Medan(harianSIB.com)Tren pakaian rumahan terus berkembang seiring perubahan gaya hidup masyarakat yang semakin pintar memadu padankan pak